Fabio Quartararo menegaskan dirinya telah beradaptasi dengan YZR-M1 V4 2026. Akan tetapi, ia menilai motor tersebut masih punya sejumlah kekurangan. Quartararo berharap Yamaha dapat bergerak cepat membenahi kelemahan yang ada agar tak semakin tertinggal dari kompetitor.
"Aku langsung merasakan titik saat aku harus mengubah pendekatan serta harus beradaptasi secara berbeda. Namun, aku pikir motor kami tidak sepenuhnya sama dengan motor lainnya. Masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, terutama pada kemampuan menikung, traksi, elektronik, daya cengkeram, dan tenaga. Ada banyak hal yang perlu disesuaikan," jelas Fabio Quartararo dikutip Crash.
Yamaha sempat tak menurunkan motor mereka pada hari kedua tes Sepang menyusul masalah teknis yang terjadi pada pengujung hari pertama. Yamaha langsung melakukan investigasi sehingga dapat kembali ke trek pada hari terakhir. Max Bartolini selaku direktur teknis Yamaha menegaskan masalah teknis YZR-M1 tak berkaitan dengan insiden Fabio Quartararo yang terjatuh di tikungan kelima.
"Quartararo berhenti di trek pada hari pertama. Kami telah mengecek, tetapi belum mendapatkan solusi pasti. Kami punya gambaran. Namun, kami memutuskan untuk benar-benar memahami masalahnya terlebih dahulu serta menentukan langkah yang perlu diambil agar lebih aman," papar Max Bartolini pada hari kedua tes Sepang dikutip Crash.
Yamaha kini berpacu dengan waktu membenahi kelemahan yang ada pada YZR-M1 terbaru mereka. Tes pramusim di Buriram, Thailand, pada 21--22 Februari 2026 menjadi momen untuk mengumpulkan data serta mencari solusi sebelum seri pembuka MotoGP 2026. Jika tak ada kemajuan, Yamaha bisa semakin kesulitan mengejar ketertinggalan dari pabrikan lainnya.