Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Biru-keunguan menjadi warna lapangan baru Indonesia Open 2025 (IDN Times/Margith Damanik)
Biru-keunguan menjadi warna lapangan baru Indonesia Open 2025 (IDN Times/Margith Damanik)

Intinya sih...

  • Panitia Indonesia Open 2025 memasang warna biru-keunguan di lapangan demi kesegaran selama turnamen.
  • Para atlet merasa nyaman dengan warna baru lapangan, namun ada yang lebih fokus pada kejelasan garis dan pencahayaan.
  • Tiket Indonesia Open 2025 belum terjual habis meskipun ada penurunan harga hingga 50 persen untuk Badminton Lovers.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perubahan dilakukan oleh panitia Indonesia Open 2025. Mereka memasang warna biru-keunguan di alas lapangan, demi penyegaran yang sepanjang turnamen.

Kebijakan ini diambil karena Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) ingin menciptakan kesan tersendiri di Indonesia Open. Mereka mau menjadikan Indonesia Open berbeda dengan turnamen BWF Super 1000 bahkan World Tour lainnya di dunia.

1. Sudah dijajal atlet

Biru-keunguan menjadi warna lapangan baru Indonesia Open 2025 (IDN Times/Margith Damanik)

Lapangan baru Indonesia Open 2025 di Istora Senayan, Jakarta, sudah dijajal para atlet. Mereka ingin merasakan bagaimana pantulan cahaya dari warna lapangan Indonesia Open kali ini.

"Warnanya nyaman di mata. Lebih enak ketimbang warna merah seperti yang saya pernah dapatkan di Sirnas Bandung," kata tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, saat ditemui usai latihan di Istora Senayan, Jakarta, Senin (2/6/2025).

2. Terpenting pencahayaan dan garis

Biru-keunguan menjadi warna lapangan baru Indonesia Open 2025 (IDN Times/Margith Damanik)

Beda dengan Alwi, atlet ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama, tak terlalu memikirkan warna lapangan Indonesia Open 2025. Justru, Sabar lebih menyoroti garis lapangan yang harus lebih jelas dan pencahayaan.

"Gak ganggu di mata. Gak terlalu berpengaruh sih kalau warna lapangan. Yang penting garisnya sama. Biasanya, untuk atlet yang lebih berpengaruh itu soal garis, pencahayaan lampu," kata Sabar.

3. Tiket Indonesia Open belum ludes loh

Gregoria Mariska Tunjung di fase grup BWF World Tour Finals (WTF) 2024 (dok.PP PBSI)

Sayangnya, dengan pembaruan dan penurunan harga, tiket Indonesia Open 2025 belum ludes terjual. Ketua Pelaksana Indonesia Open 2025, Armand Darmadji, menyebutkan tiket Indonesia Open baru terjual 70 persen. Padahal, PBSI sudah menyediakan jenis tiket baru yang memungkinkan Badminton Lovers (BL) membeli tiket dengan potongan harga 50 persen.

"Mengenai tiket, saat ini sudah terjual 70 persen. Kami masih ada sisa tiket on the spot (OTS) dan one time entry, tiket jenis baru yang disajikan khusus untuk BL yang ingin langsung antre beli tiket," kata Armand dalam konferensi pers di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (2/6/2025).

Editorial Team