Dalam beberapa tahun terakhir, Aprilia adalah pemimpin dalam inovasi berbagai perangkat aerodinamika. Pabrikan Noale mengembangkan aerodinamika di bagian bawah motor, swingarm, hingga buritan. Mulai musim 2026, Aprilia kembali membuat terobosan sebagai pionir penggunaan leg wings dan konsep F-Duct di MotoGP.
Leg wings adalah sayap kecil yang terletak di area bawah dekat jok motor. Fungsinya untuk meningkatkan gaya tekan ke bawah (downforce) roda belakang. Inovasi ini sudah ditiru oleh Ducati di seri Amerika Serikat. Di MotoGP saat ini, sayap dan sistem aliran udara memang punya peran besar dalam hal akselerasi, menikung, dan pengereman.
Sementara itu, F-Duct adalah sistem aerodinamika berupa ventilasi kecil di atas sayap depan motor. Fungsinya untuk mempertahankan downforce dan menjaga stabilitas di tikungan dan lintasan lurus. Menariknya, teknologi F-Duct Aprilia sejatinya terinspirasi dari Formula 1. F-Duct telah digunakan McLaren pada 2010.
Bagi Aprilia, menerapkan teknologi Formula 1 bukan hal tabu. Sudah sejak 2002, Aprilia terinspirasi dari Formula 1 dalam pengembangan motornya. Saat itu, Aprilia melahirkan motor yang termasuk paling canggih di eranya. Ironisnya, motor paling canggih itu justru gagal bersaing. Bagaimana kisahnya? Simak ulasannya berikut ini!
