Proses homologasi bahan bakar berkelanjutan di Formula 1 memiliki perbedaan dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Pada tahun lalu, Produsen cukup mengirimkan sampel bahan bakar fosil mereka kepada laboratorium di Inggris yang berafiliasi dengan FIA. Mereka akan mendapatkan konfirmasi homologasi jika memenuhi persyaratan regulasi teknis. Alur prosedur semacam ini hanya memakan waktu 2 hingga 3 minggu.
Namun, penerapan bahan bakar berkelanjutan membuat alur homologasi menjadi lebih kompleks. FIA telah mendelegasikan proses sertifikasi kepada pihak eksternal, yaitu Zemo. Perusahaan asal Inggris ini bertanggung jawab menganalisis hasil akhir produksi serta melakukan verifikasi keseluruhan rantai produksi. Staf badan sertifikasi langsung datang ke pabrik guna memastikan tahapan produksi memenuhi kriteria yang ditetapkan FIA. Sertifikasi tiap molekul serta mitra yang terlibat dalam proses produksi juga masuk daftar pemeriksaan.
Alur pemeriksaan semacam itu jelas membutuhkan waktu lama. Tidak mengherankan apabila sejumlah produsen mengalami keterlambatan dalam mendapatkan homologasi bahan bakar mereka. GPBlog melansir, ada dua produsen bahan bakar yang dikabarkan telah mengantongi sertifikasi, yaitu Shell dan BP. Shell merupakan pemasok bahan bakar untuk Ferrari, Haas, dan Cadillac. Sementara itu, BP memasok bahan bakar untuk Audi.
Di sisi lain, sebanyak tujuh tim masih harus menunggu hasil homologasi bahan bakar dari pemasok mereka masing-masing. Mercedes, McLaren, Williams, dan Alpine menggunakan bahan bakar dari Petronas. Red Bull dan Racing Bulls mendapat pasokan dari ExxonMobil. Aston Martin menjalin kemitraan pasokan bahan bakar dengan Aramco.