Kondisi alam dan budaya yang medukung tentu akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan pembinaan yang memadai. Di sinilah rahasia sesungguhnya dari kedigdayaan Norwegia di Olimpiade Musim Dingin. Mereka mempunyai pembinaan yang rapi dan terstruktur dari level akar rumput.
Salah satu prinsip utama yang dipegang adalah menempatkan generasi muda di bidang olahraga dengan bahagia tanpa adanya tekanan. Mengutip CNN, 93 persen penduduk Norwegia pada usia 25 tahun telah terlibat dalam berbagai olahraga yang terstruktur. Angka tersebut sudah cukup untuk menunjukkan betapa luasnya partisipasi olahraga di Norwegia.
Rahasia tingginya pertisipasi itu adalah sistem yang dibangun tanpa adanya tekanan. CNN melaporkan bahwa hingga usia 12 tahun, anak-anak di Norwegia tidak diperbolehkan menghitung skor dalam pertandingan resmi, bahkan tidak ada klasemen liga di level tersebut. Artinya, fokus utama bukanlah menang atau kalah, melainkan pengalaman bermain itu sendiri untuk mengeksplorasi berbagai cabang olahraga.
Hal itu juga ditegaskan langsung oleh Manajer Tim Olimpiade Norwegia, Tore Ovreboe, dalam laporan Reuters. Ia membeberkan bahwa konsistensi negaranya di Olimpiade Musim Dingin lahir dari budaya panjang yang mengutamakan kebahagiaan anak-anak dan akses olahraga yang merata. Ia juga menyebutkan bahwa sistem yang kolaboratif ini sudah terbangun sejak 1988 dengan kerja sama yang baik dari berbagai pihak.
Pendekatan tersebut bukan berarti tanpa arah. Mengutip NBC Olympics, setelah memasuki usia 13 tahun, barulah proses identifikasi bakat dilakukan secara lebih sistematis. Atlet yang dinilai memiliki potensi kemudian mendapatkan pembinaan lebih intensif, dukungan fasilitas, serta investasi pengembangan jangka panjang.
Kesuksesan Norwegia di Olimpiade Musim Dingin bukanlah hasil instan. Prestasi membanggakan ini merupakan hasil dari sistem terstruktur yang tidak mereka bangun dalam semalam. Menarik menantikan kiprah Norwegia di Olimpiade Musim Dingin yang akan datang. Akankah penampilan mereka semakin garang atau justru dominasinya terpatahkan?