Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Somkiat Chantra, Rider Thailand Pertama yang Juara Grand Prix
Somkiat Chantra (motogp.com)

Sejak 2006, ada banyak pembalap asal Thailand yang mencoba peruntungan di ajang Grand Prix. Mulai dari Ratthapark Wilairot (2006—2016), Thitipong Warokorn (2013—2015), Apiwat Wongthananon (pembalap wildcard untuk musim 2011 dan 2018), dan Nakarin Atiratphuvapat (2017—2018).

Pada musim 2022, ada dua pembalap Negeri Gajah Putih yang turun balap. Keduanya merupakan rider di kelas Moto2, yaitu Keminth Kubo (Yamaha VR46 Master Camp Team) dan Somkiat Chantra (Idemitsu Honda Team Aisa).

Pembalap yang disebut terakhir adalah pencetak sejarah. Somkiat Chantra sukses menjadi pembalap Thailand pertama yang bisa menang di ajang Grad Prix. Ia melakukannya di Sirkuit Mandalika saat balapan seri kedua musim ini di GP Indonesia. Siapakah Somkiat Chantra? Ikuti perjalanan kariernya di bawah ini, yuk!

1. Pembalap bertalenta asal Thailand

Somkiat Chantra (motogp.com)

Somkiat Chantra lahir di Chonbury, Thailand, pada 15 Desember 1998. Ia mengawali kariernya di Asia Talent Cup pada 2015. Sempat cedera, ia melewatkan beberapa balapan di musim itu.

Meski begitu, pada tahun 2016, Chantra bisa berkompetisi di FIM CEV Repsol Moto3 Junior World Championship. Butuh dua tahun baginya untuk bisa debut di kejuaraan dunia Moto3. Baru pada 2018 kesempatan itu datang. Ia menjadi pembalap wildcard Moto3 di GP Thailand.

2. Memulai debut di kejuaraan dunia Grand Prix sebagai pembalap wildcard

Somkiat Chantra (motogp.com)

Somkiat Chantra memulai debut balap di kelas Moto3 sebagai rider wildcard pada GP Thailand 2018. Start dari urutan ke-24 di grid, Chantra mampu finis di posisi ke-9 dan berhak mengantongi tujuh poin.

Hasil ini menuai decak kagum. Idemitsu Honda Team Asia terpikat dengan performanya. Pada 2019. Chantra punya kesempatan berlaga semusim penuh di kelas Moto2. Sebagai rookie di Moto2, Chantra total mengumpulkan 23 poin dan bertengger di tempat ke-21 klasemen akhir. Hasil terbaiknya adalah finis ke-10 di GP Argentina, lalu di home race-nya di GP Thailand, ia bisa finis di posisi ke-9.

3. Bisa tampil apik di Moto2 musim 2021

Somkiat Chantra (motogp.com)

Pada 2020 dan 2021, Somkiat Chantra masih dipercaya oleh Honda Team Asia untuk membalap di Moto2. Untuk musim 2021, Chantra menunjukkan banyak kemajuan. Pembalap bernomor 35 ini mampu mengoleksi total 37 poin. Hasil ini ia peroleh karena beberapa kali finis di posisi 15 besar, yaitu di GP Prancis (finis posisi ke-12), GP Catalunya (P9), GP Assen (P11), GP Styria (P8), dan GP Austria (P5).

Hasil pada gelaran di GP Austria adalah hasil terbaiknya di musim itu. Di sana pula ia bisa mencatatkan lap tercepat pertamanya. Untuk musim 2022, Chantra masih dipercaya untuk membawa bendera Honda Team Asia. Ia masih berpasangan dengan Ai Ogura, pembalap asal Jepang.

4. Tampil dominan dan cetak sejarah di GP Indonesia 2022

Celestino Vietti, Somkiat Chantra, dan Aron Canet (motogp.com)

Awal musim 2022 sebenarnya tak terlalu berjalan mulus bagi Somkiat Chantra. Ia tak bisa mengikuti seri pertama di GP Qatar karena cedera. Meski begitu, pada seri kedua di GP Indonesia, Chantra bisa tampil sangat dominan. Ia langsung memimpin sejak lap pertama hingga chequered flag berkibar.

Balapan Moto2 di Sirkuit Mandalika hanya melombakan 16 putaran akibat kondisi aspal dan temperatur yang tinggi. Namun, saat sesi warm up lap atau pemanasan, gerimis mulai turun.

Saat balapan dimulai, Chantra start di urutan ke-4 di grid. Layaknya pembalap asal Asia Tenggara yang jago di kondisi basah, Chantra langsung melesat ke depan dan tak tertandingi. Tak ada pembalap lain yang bisa mengejarnya. Chantra akhirnya finis di depan Celestino Vietti (Mooney VR46 Racing Team) dengan selisih 3,2 detik dan Aron Canet (Flexbox HP40).

5. Pembalap Thailand pertama yang bisa menang di kejuaraan dunia Grand Prix

Somkiat Chantra (motogp.com)

Bertempat di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Somkiat Chantra mencetak sejarah. Ia berhasil menang di Moto2 untuk pertama kalinya. Lebih hebat lagi, Chantra adalah pembalap Thailand pertama yang pernah menang di kejuaran dunia Grand Prix.

Selain Chantra, belum pernah ada pembalap Thailand yang naik podium di ajang Grand Prix. Hasil terbaik sebelumnya yang bisa diraih rider asal Negeri Gajah Putih adalah posisi ke-4. Saat itu, pada 2010, Ratthapark Wilairot hampir naik podium di GP Belanda. Sayangnya, ia harus puas finis di belakang Andrea Ianone, Toni Elias, dan Thomas Luthi.

 

Thailand memang salah satu negara Asia Tenggara yang sering mengirimkan wakilnya ke ajang Grand Prix. Dengan kesuksesan Somkiat Chantra yang berhasil jadi pemenang balapan, mungkinkah akan ada pembalap Thailand yang segera berlaga di kelas MotoGP?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team