Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nasihat Unik Marc Marquez ke Pembalap Muda, Pakai Pepatah Spanyol
Pembalap MotoGP, Marc Marquez. (IDN Times/Linggauni)
  • Marc Marquez memberi nasihat kepada pembalap muda dengan pepatah Spanyol, menekankan bahwa terlalu memaksakan kecepatan justru bisa membuat hasil balapan melambat.
  • Marquez menyoroti pentingnya fleksibilitas gaya berkendara di era format baru MotoGP, serta pentingnya memulai akhir pekan balapan dengan fokus sejak sesi latihan pertama.
  • Dalam diskusi soal strategi putaran akhir, Marquez sepakat dengan pendekatan instingtif yang dipilih para rookie, menilai naluri alami sering jadi kunci di momen krusial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Marc Marquez kembali membagikan resep kesuksesannya di MotoGP kepada para pembalap muda. Nasehat itu diberikan kepada rookie MotoGP, Diogo Moreira, dan rookie Moto2, Jose Antonio Rueda, mengenai batas kecepatan di lintasan.

Menariknya, bintang pabrikan Ducati itu justru memberikan jawaban berupa pepatah di Spanyol. Dalam dunia balap kelas tertinggi, menurut Marquez, memacu terlalu agresif justru sering kali menjadi bumerang.

1. Marquez ingatkan untuk terapkan ini

Marquez menggunakan pepatah unik Spanyol yang terdengar paradoks. Menurutnya, ketika seorang pembalap terlalu memaksakan diri untuk melaju lebih cepat, hasil yang didapat biasanya malah sebaliknya.

"Menariknya, di MotoGP dan Moto2, sering kali ketika kamu mencoba melaju lebih cepat, justru kamu malah jadi lebih lambat. Itu seperti pepatah: pakaikan pelan-pelan, saya sedang terburu-buru," kata Marquez dikutip dari Crash.

2. Tiap beda gaya berkendara

Selain manajemen waktu di sesi latihan, Marquez juga menyoroti kompleksitas format baru MotoGP saat ini yang menuntut fleksibilitas para rider. Mereka diharuskan memiliki dua gaya berkendara yang benar-benar berbeda untuk menghadapi Sprint Race dan balapan utama.

Observasi mendalam terhadap gerak-gerik rival juga menjadi elemen krusial untuk mengukur potensi kemenangan. Pada dasarnya, semua ini harus dimulai dengan baik sejak sesi latihan bebas pertama (FP1), khususnya kualifikasi.

"Merekalah (rival) yang sebenarnya memberitahu Anda apakah punya level untuk berada di depan atau tidak pada akhir pekan. Kamu harus memulai dari FP1 dengan sudah membangun keseluruhan akhir pekan balapan, tanpa pernah melupakan fast lap, karena sesi kualifikasi sangat penting," ujar Marquez.

3. Setuju dengan insting di putaran akhir

Marquez juga balik bertanya kepada Rueda dan Moreira, tentang strategi saat balapan menyisakan lima putaran. Dia penasaran apakah para pembalap muda lebih memilih menyusun strategi matang untuk lap terakhir atau lebih mengandalkan insting buasnya.

Rueda dan Moreira menjawab menggunakan insting pada momen krusial tersebut. Marquez setuju dengan jawaban Moreira, karena juga menerapkan hal serupa.

"Saya suka itu, insting," ujar Marquez.

Editorial Team