Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lando Norris menempati posisi start di depan Oscar Piastri pada balapan GP China 2024.
Lando Norris menempati posisi start di depan Oscar Piastri pada balapan GP China 2024. (commons.wikimedia.org/ Liauzh)

Intinya sih...

  • Oscar Piastri menorehkan 12 podium dan 6 kemenangan sepanjang paruh pertama Formula 1 2025.

  • Oscar Piastri tak merasakan ketegangan dalam interaksi dengan Lando Norris di luar lintasan.

  • Oscar Piastri berharap dapat melanjutkan performa terbaiknya pada paruh kedua Formula 1 2025.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Formula 1 2025 telah menuntaskan 14 seri balap. Oscar Piastri menduduki posisi puncak klasemen pembalap lewat perolehan 284 poin. Ia unggul 9 poin atas rekan setimnya di McLaren, Lando Norris.

Persaingan perebutan gelar juara yang kian ketat antara Piastri dan Norris menciptakan pertarungan sengit di lintasan. Namun, Piastri menegaskan hubungan dirinya dan Norris di luar lintasan justru baik-baik saja. Pembalap asal Australia itu menikmati dinamika hubungan yang terjadi di dalam maupun luar lintasan.

1. Oscar Piastri telah menorehkan 12 podium dan 6 kemenangan sepanjang paruh pertama Formula 1 2025

Oscar Piastri menunjukkan performa oke pada paruh pertama Formula 1 2025. Pembalap bernomor mobil 81 itu menorehkan 12 podium dengan 6 di antaranya terjadi setelah memenangi balapan. Piastri finis terdepan di GP China, Bahrain, Arab Saudi, Miami, Spanyol, dan Belgia.

Piastri juga menjadi satu-satu pembalap di posisi tiga besar klasemen pembalap yang selalu mencetak poin. Ia mencetak poin tertinggi pada pekan balap GP China, Miami, dan Belgia. Itu karena selain meraih kemenangan pada balapan utama, Piastri juga mampu finis runner-up pada balapan sprint.

Di sisi lain, Lando Norris juga mengemas 12 podium dan 5 kemenangan. Pembalap berkebangsaan Inggris tersebut naik podium tertinggi di GP Australia, Monako, Austria, Inggris, dan Hungaria. Berbeda dari Piastri, Norris sekali gagal meraup poin karena mengalami insiden pada balapan GP Kanada.

2. Oscar Piastri tak merasakan ketegangan dalam interaksi dengan Lando Norris di luar lintasan

Oscar Piastri dan Lando Norris memang terlibat pertarungan sengit di atas lintasan. McLaren juga mempersilakan kedua pembalap saling bertarung jika ada kesempatan. Walau begitu, Piastri menyebut hubungan dirinya dan Norris tetap dalam kondisi tenang di luar lintasan. Bahkan, pembalap berusia 24 tahun itu merasa tak ada ketegangan yang timbul dalam interaksinya dengan Norris.

"Dinamikanya menarik. Aku rasa kami berdua tidak merasakan adanya ketegangan. Justru, hubungan kami sangat baik," kata Oscar Piastri dalam wawancara dengan Lawrence Barretto dilansir F1i.

"Kami biasa membangun menara waffle dan bercanda tiap Kamis di sirkuit. Namun, kami serius bersaing begitu balapan dimulai. Kami berdua sangat bertekad untuk menang dan meraih poin sebanyak mungkin," lanjutnya.

3. Oscar Piastri berharap dapat melanjutkan performa terbaiknya pada paruh kedua Formula 1 2025

Oscar Piastri turut berbicara soal peluangnya pada paruh kedua Formula 1 2025. Ia percaya diri mampu meraup lebih banyak kemenangan pada sepuluh balapan tersisa musim ini. Piastri juga menilai performanya sepanjang paruh pertama berada pada level yang sangat baik.

"Performa pada paruh pertama sangat luar biasa. Aku pikir beberapa balapan terakhir berjalan dengan sangat baik. Aku merasa telah menjalani balapan yang kuat dan pertarungannya sangat ketat. Aku berharap akan ada lebih banyak hal seperti itu setelah jeda musim panas," jelas Oscar Piastri dikutip F1i.

Peluang Piastri menyegel gelar juara Formula 1 untuk pertama kalinya masih terbuka. Asa itu bisa jadi kenyataan asalkan Piastri mampu menjaga konsistensi performa serta ketenangan pada tiap pekan balap. Sedikit kesalahan dapat membuat jarak poinnya dengan Lando Norris semakin menipis atau bahkan disalip.

Apabila berhasil merengkuh gelar juara, Piastri akan menjadi pembalap Australia ketiga dalam sejarah Formula 1 yang meraih gelar prestius tersebut. Sebelumnya, Jack Brabham menjadi juara pada 1959, 1960, dan 1966. Kemudian, Alan Jones menorehkan pencapaian serupa pada 1980.

Terlepas dari itu, Piastri telah membuktikan performa terbaiknya bersama McLaren, terutama sepanjang paruh pertama musim ini. Penampilannya di balik kemudi MCL39 tak bisa dipandang sebelah mata. Bisakah ia menjadi jawara pada akhir musim? Patut untuk dinantikan bersama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team