Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penyebab Awal Buruk McLaren di Formula 1 2026
Lando Norris di Formula 1 Grand Prix China 2026 (commons.wikimedia.org/Liauzh)
  • McLaren menarik Lando Norris dan Oscar Piastri dari Grand Prix China 2026 akibat masalah kelistrikan terpisah, menandai penarikan ganda pertama tim dalam dua dekade terakhir.
  • Sebagai pelanggan unit tenaga Mercedes, McLaren kesulitan menyatukan desain sasis dan mesin secara optimal, menyebabkan defisit aerodinamika serta penurunan stabilitas mobil di tikungan.
  • Kegagalan start dan masalah teknis membuat McLaren kehilangan data penting untuk pengembangan mobil 2026, memperlambat evaluasi sistem energi sebelum pembaruan besar di Miami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

McLaren membatalkan partisipasi Lando Norris dan Oscar Piastri di Formula 1 Grand Prix China 2026. Mereka menarik kedua pembalap sebelum start di Sirkuit Internasional Shanghai. Itu menjadi penarikan pertama kedua mobil balap sebelum Grand Prix dalam 20 tahun terakhir.

Para teknisi McLaren sempat mengupayakan perbaikan bersama mitra dari High Performance Powertrains sebelum dimulainya GP China 2026. Namun, mereka tidak berhasil. Karena kendala itu, Lando Norris pun mencatatkan kegagalan start pertama dalam 8 tahun berkarier. Sementara, Andrea Stella merencanakan investigasi menyeluruh untuk mengatasi rintangan sebelum GP selanjutnya.

1. Mobil balap Lando Norris dan Oscar Piastri sama-sama mengalami masalah kelistrikan yang tidak saling terkait sehingga memicu frustrasi

Di garasi, para teknisi menemukan kendala kelistrikan pada mobil balap Lando Norris saat persiapan Formula 1 Grand Prix China 2026. Sementara, personel mekanik mendeteksi masalah kelistrikan lain pada unit daya mobil balap Oscar Piastri. Andrea Stella memastikan kedua kerusakan teknis itu sebagai insiden kebetulan yang sama sekali tidak saling berkaitan.

Lando Norris meluapkan kekecewaan karena batal membalap di hadapan para pendukung lokal. Oscar Piastri menyuarakan rasa frustrasi serupa karena kehilangan jarak tempuh. Mereka sangat membutuhkan hasil itu untuk mempelajari performa mobil balap regulasi terbaru.

Semua staf mekanik McLaren menanggung kekecewaan mendalam karena kehilangan kesempatan berharga untuk mencetak poin. Lando Norris menyebut, rentetan kendala itu sebagai kesialan luar biasa. Oleh karena itu, para mitra teknis dari Mercedes membagikan rasa penyesalan atas bencana ganda yang terjadi.

2. Sebagai tim pelanggan unit tenaga Mercedes, McLaren dirugikan dan mengalami defisit aerodinamika pada sasis mobil balap 2026

Di Formula 1 2026, McLaren menghadapi tantangan berat sebagai tim pelanggan unit tenaga Mercedes. Status konsumen itu menghalangi mereka untuk menyatukan desain sasis dan unit tenaga secara sempurna dalam tahap simulasi. Selain itu, Mercedes juga tidak membagikan rahasia simulasi unit tenaga kepada semua tim pelanggan.

Status konsumen McLaren memaksa para teknisi untuk mengevaluasi pengaturan unit tenaga secara reaktif berdasarkan data di lintasan. Mereka harus merumuskan metode panen energi hibrida secara mandiri saat mobil balap melaju. Bahkan, Lando Norris sampai menyesuaikan gaya membalap untuk mengimbangi kecepatan manuver mobil balap tim pesaing.

McLaren mendapati kekurangan beban aerodinamika (downforce) di tikungan. Para perancang mendesain sasis dengan jarak sumbu roda sejauh 100 milimeter lebih pendek dari batas maksimal. Spesifikasi itu menurunkan stabilitas mobil balap saat deselerasi.

3. Masalah teknis McLaren, seperti gagal start di Formula 1 GP China 2026, merampas data dan jarak tempuh balapan yang berharga

Karena masalah dalam dua Grand Prix awal Formula 1 2026, McLaren melewatkan data jarak tempuh yang berharga. Absennya data itu menciptakan kerugian terstruktur bagi para mekanik pada musim regulasi terbaru. Bahkan, para teknisi hanya bisa mengumpulkan pecahan data sebagai bahan evaluasi.

Sementara, tim pesaing terus membangun pemahaman tentang jarak balapan dan perilaku ban secara berkelanjutan. Masalah teknis merampas kesempatan berharga McLaren untuk menyempurnakan sistem manajemen energi. Para mekanik gagal memaksimalkan tingkat efisiensi deployment dan recovery pada unit tenaga Mercedes.

McLaren sangat membutuhkan GP F1 yang ideal. Dengan demikian, mereka dapat memperoleh kumpulan data balapan dan berhenti melakukan pengembangan secara asal. Akan tetapi, mereka baru menjadwalkan pembaruan utama di Sirkuit Miami.

4. Selain McLaren, tim-tim Formula 1 lain juga mengkhawatirkan performa mobil balap 2026 di lintasan basah karena hilangnya cengkeraman dan stabilitas

Tidak hanya McLaren, semua tim Formula 1 juga mewaspadai performa mobil balap regulasi terbaru dalam kondisi lintasan basah pada awal 2026. Para teknisi pada kenyataannya belum melakukan pengujian kendaraan secara memadai dalam tingkat cengkeraman aspal rendah. Selain itu, aturan unit tenaga terbaru turut mengandalkan motor kelistrikan untuk menyalurkan hampir setengah dari total tenaga laju mobil balap.

Sistem recovery energi pada roda belakang menggantikan fungsi pengereman konvensional saat mobil balap F1 menurunkan kecepatan dari laju tinggi. Hasilnya, proses panen daya listrik secara agresif memicu gangguan pengendalian mendadak yang mengorbankan stabilitas di lintasan licin. Akan tetapi, para pembalap akan memakai lebih banyak tenaga kelistrikan jika mengurangi tingkat panen energi untuk menjaga keseimbangan mobil balap.

Untuk menghindari risiko kecelakaan, Racing Bulls membatalkan uji coba lintasan basah di Barcelona, Spanyol. Para mekanik sama sekali tidak memiliki suku cadang lain untuk memperbaiki kerusakan mobil balap pada sesi itu. Oleh karena itu, Pirelli menyiapkan mule cars dalam sesi pengujian cuaca basah di Bahrain.

Pada akhirnya, semua tim F1 masih mengkhawatirkan performa mobil balap regulasi 2026 di lintasan basah. Akan tetapi, McLaren justru mengalami kesulitan paling berat. Para mekanik harus segera memperbaiki rentetan kelemahan teknis itu untuk mengejar kecepatan lawan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team