Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Performa 6 Ganda Campuran Indonesia di Thailand Open 2026, Keok Semua!
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Dongjie Chen)

Indonesia menurunkan 17 wakil di Thailand Open 2026, yang berlangsung pada 12–17 Mei 2026 di Bangkok, dengan komposisi sebagian besar pemain pelapis dan pemain muda. Dari jumlah tersebut, enam pasangan berasal dari sektor ganda campuran, menjadi sektor dengan wakil terbanyak dari Indonesia. Sayangnya, perjuangan mereka harus terhenti sebelum babak semifinal, bahkan dua pasangan gugur lebih awal.

Memasuki babak delapan besar, tidak ada satupun wakil Indonesia yang tersisa di sektor ganda campuran, menutup harapan untuk menembus babak final. Meskipun begitu, pengalaman di turnamen BWF Super 500 ini menjadi ajang pembelajaran penting bagi para pemain muda dan pelapis Indonesia. Lalu, bagaimana performa enam pasangan ganda campuran Indonesia selama Thailand Open 2026 ini?

1. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil gagal mengatasi perlawanan tuan rumah unggulan pertama

Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil harus mengakui keunggulan tuan rumah, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran, ganda campuran terbaik Thailand pada laga perdana. Pertemuan ketiga antara kedua pasangan ini berlangsung sengit selama tiga gim, dengan skor 11-21, 22-20, dan 18-21 dalam durasi 1 jam 1 menit. Hasil ini membuat head to head mereka kini 2-1 untuk keunggulan Dechapol/Supissara.

2. Booby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti juga takluk atas pasangan unggulan asal Hong Kong

Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti juga harus terhenti pada laga perdana Thailand Open 2026 setelah menghadapi unggulan ketiga asal Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet. Pasangan PB Djarum tersebut kalah dua gim langsung dengan skor 18-21 dan 9-21 dalam pertandingan berdurasi 32 menit. Duel ini sekaligus menjadi pertemuan pertama antara Bobby/Melati dan Tang/Tse.

3. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah ditaklukkan unggulan keenam asal China

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus mengakhiri langkah mereka di babak kedua Thailand Open 2026 usai menghadapi unggulan keenam asal China, Cheng Xing/Zhang Chi. Pasangan Indonesia ini kalah melalui pertarungan tiga gim dengan skor 13-21, 21-17, dan 14-21 dalam durasi 1 jam 9 menit. Hasil tersebut sekaligus membuat rekor head to head kedua pasangan kini imbang 2-2.

4. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu keok juga dari pasangan China

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menjadi satu-satunya pasangan ganda campuran Indonesia yang menempati posisi unggulan dan harus menyerah dari pasangan China, Zhu Yi Jun/Li Qian. Pasangan unggulan keempat ini kalah dua gim langsung dengan skor 18-21 dan 21-23 dalam durasi 39 menit. Kekalahan ini menutup perjalanan mereka di Thailand Open 2026 lebih cepat dari yang diharapkan.

5. Verrell Yustin Mulia/Aisyah Salsabila Putri Pranata kalah dari pasangan unggulan kedua asal Denmark

Verrell Yustin Mulia/Aisyah Salsabila Putri Pranata juga belum mampu melangkah jauh di Thailand Open 2026 setelah menghadapi unggulan kedua asal Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje. Pasangan Indonesia ini kalah dua gim langsung dengan skor 9-21 dan 21-23. Meski sempat memberikan perlawanan lebih ketat pada gim kedua, Verrell/Aisyah tetap gagal membendung permainan pasangan Denmark tersebut.

6. Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana juga kalah atas pasangan unggulan asal China

Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana menjadi ganda campuran Indonesia terakhir yang harus tersingkir di Thailand Open 2026 setelah kalah dari unggulan ketujuh asal China, Gao Jia Xuan/Wei Ya Xin. Pasangan ini menyerah dua gim langsung dengan skor 18-21 dan 12-21 dalam durasi 34 menit. Kekalahan tersebut menutup catatan langkah enam ganda campuran Indonesia di turnamen BWF Super 500 ini tanpa ada yang melaju ke babak delapan besar.

Hasil di sektor ganda campuran menunjukkan seluruh enam pasangan Indonesia tersingkir sebelum mencapai babak delapan besar Thailand Open 2026. Dengan komposisi pemain muda dan pelapis, mereka belum mampu bersaing hingga fase-fase akhir turnamen BWF Super 500 tersebut. Catatan ini menjadi evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi di turnamen berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy