Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Performa Indonesia 5 Edisi Terakhir Thomas Cup, Masih Sempat Juara!
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Dongjie Chen)
  • Tim Thomas Indonesia gagal lolos ke perempat final Thomas Cup 2026 setelah finis di posisi ketiga Grup D, menjadi catatan terburuk dalam sejarah partisipasi mereka.
  • Dalam lima edisi terakhir, Indonesia sempat meraih semifinal pada 2018, juara pada 2020, serta runner-up di edisi 2022 dan 2024 sebelum mengalami kemunduran besar tahun 2026.
  • Kekalahan dari Prancis dengan skor 1-4 menjadi penentu tersingkirnya Indonesia di fase grup, meski sebelumnya menang atas Aljazair dan Thailand.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Turnamen Thomas Cup 2026 kini sudah memasuki fase gugur yang berlangsung di Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei 2026. Namun, langkah tim Thomas Indonesia harus terhenti lebih awal setelah finis di posisi ketiga klasemen Grup D. Hasil ini membuat Indonesia gagal melaju ke babak delapan besar, sebuah capaian yang terbilang di luar ekspektasi.

Kegagalan tersebut juga menjadi salah satu catatan terburuk dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di Thomas Cup. Mengingat status Indonesia sebagai salah satu negara dengan tradisi kuat di turnamen beregu putra ini, hasil ini tentu menjadi sorotan. Menarik menilik kembali performa tim Thomas Indonesia dalam lima edisi terakhir hingga 2026.

1. Semifinalis di Thomas Cup 2018

Tim Indonesia gagal melaju ke final Thomas Cup 2018 dan dipastikan meraih medali perunggu. Saat itu, Anthony Sinisuka Ginting dkk. harus mengakui keunggulan tim Thomas China dengan skor 1-3. Turnamen beregu putra yang digelar di Thailand ini akhirnya dimenangkan oleh China usai menaklukkan Jepang pada laga final dengan skor 3-1.

Sebelumnya, Indonesia lolos ke semifinal setelah menang atas tim Thomas Malaysia. Indonesia kehilangan poin pertama saat Ginting menyerah atas Lee Chong Wei. Selanjutnya, tim Indonesia merebut tiga poin beruntun dan melangkah ke babak empat besar dengan kemenangan 3-1.

2. Merebut gelar juara di Thomas Cup 2020

Pada 2020, tim Indonesia kembali menunjukkan kekuatan terbaiknya dengan merebut Thomas Cup. Tak tanggung-tanggung, Jonatan Christie cs. menang atas tim China pada laga final dengan skor 3-0 langsung. Anthony Sinisuka Ginting sukses menyumbangkan poin pertama bagi tim Indonesia dan dilanjutkan oleh ganda putra andalan Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo serta ditutup dengan aksi Jonatan yang merupakan penentu kemenangan.

Hasil ini sekaligus memastikan kebangkitan tim Indonesia setelah terakhir kali juara pada Thomas Cup 2002. Sebelum melaju ke final, tim Indonesia mampu mengatasi perlawanan tim tuan rumah, Denmark dengan skor 3-1. Thomas Cup 2020 merupakan gelar juara ke-14 bagi tim Indonesia sejak pertama kali digelar.

3. Harus puas sebagai runner-up di Thomas Cup 2022 dan 2024

Skuad Indonesia kembali menunjukkan performa terbaik dengan melaju ke babak final di Thomas Cup 2022 dan 2024. Sayangnya, Anthony Sinisuka Ginting cs. gagal mempertahankan Piala Thomas dalam dua edisi tersebut. Di Thomas Cup 2022, tim Indonesia harus mengakui keunggulan tim India dengan skor 0-3, sedangkan pada 2024, kembali kalah atas tuan rumah, China dengan skor 1-3.

Sejarah baru juga tercipta setelah India berhasil meraih Piala Thomas pada 2022. Mereka juga mengalahkan tim Indonesia yang saat itu berstatus sebagai juara bertahan dan juara terbanyak Thomas Cup. Sementara itu, China meraih Piala Thomas yang ke-11 pada 2024.

4. Gagal total di Thomas Cup 2026

Sejarah baru kembali terukir pada gelaran Thomas Cup 2026. Untuk pertama kalinya, tim Indonesia harus terhenti di fase grup dan dipastikan gagal melaju ke babak delapan besar. Hasil ini tentu menjadi evaluasi besar bagi tim bulu tangkis Indonesia.

Indonesia tergabung di Grup D bersama dengan Prancis, Thailand, dan Aljazair. Fajar Alfian cs. berhasil sapu bersih atas Aljazair dan menang tipis atas Thailand dengan skor 3-2. Sayangnya, tim Indonesia harus mengakui keunggulan tim Prancis pada laga penentu dan kalah dengan skor 1-4. Dengan hasil ini, tim Indonesia hanya menempati posisi ketiga klasemen akhir Grup D.

Dalam lima edisi terakhir, tim Thomas Indonesia sebenarnya masih menunjukkan konsistensi sebagai kekuatan utama dengan capaian semifinal pada 2018, juara pada 2020, serta runner-up pada 2022 dan 2024. Namun, hasil di Thomas Cup 2026 menjadi anomali yang cukup mencolok dibandingkan tren positif tersebut. Gagal finis di dua besar Grup dan tersingkir sebelum perempat final menegaskan bahwa edisi 2026 menjadi kemunduran signifikan yang perlu mendapat perhatian serius.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team