Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi bulu tangkis.
Ilustrasi bulu tangkis. (pexels.com/Dongjie Chen)

Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 telah menuntaskan laga semifinal yang berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Qingdao, China. Turnamen beregu dua tahunan ini memiliki arti penting karena menjadi ajang kualifikasi menuju Thomas dan Uber Cup 2026. Tim putra Indonesia pun berjuang di babak empat besar dengan membawa misi mengamankan tiket ke kejuaraan beregu Asia tersebut.

Sayangnya, langkah tim putra Indonesia harus terhenti setelah kalah 3-1 dari tim Jepang pada laga semifinal. Sejumlah partai berjalan kompetitif dan memperlihatkan upaya maksimal para pemain Indonesia meski hasil akhir belum berpihak. Dengan kegagalan melaju ke final, seperti apa sebenarnya performa tim putra Indonesia saat menghadapi Jepang pada laga semifinal BATC 2026?

1. Moh. Zaki Ubaidillah mengamankan poin pertama untuk tim Merah Putih

Moh. Zaki Ubaidillah dipercaya turun pada partai pembuka semifinal BATC 2026 untuk menghadapi tunggal putra Jepang, Kenta Nishimoto. Meski secara peringkat dunia lawannya lebih diunggulkan, Ubed tampil percaya diri sejak awal pertandingan. Ia berhasil mengamankan poin pertama bagi tim Merah Putih lewat kemenangan dua gim langsung.

Dalam laga berdurasi 57 menit tersebut, Ubed menang dengan skor ketat 22-20 pada gim pertama sebelum menutup gim kedua dengan skor 21-16. Permainan sabar dan konsistennya membuat Ubed mampu meredam tekanan dari Nishimoto di momen-momen penting. Hasil ini sekaligus membuat catatan head to head Ubed atas Nishimoto kini unggul 1-0.

2. Muhammad Rian Ardianto/Leo Rolly Carnando kalah dua game langsung

Indonesia menurunkan racikan ganda putra baru pada partai kedua semifinal BATC 2026 dengan memasangkan Muhammad Rian Ardianto dan Leo Rolly Carnando. Duet ini langsung mendapat ujian dari pasangan Jepang, Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi, yang tampil solid sejak awal laga. Rian/Leo berusaha mengimbangi permainan lawan, tetapi belum mampu mengambil alih kendali pertandingan.

Pada laga yang berlangsung selama 41 menit tersebut, Rian/Leo harus mengakui keunggulan Kumagai/Nishi lewat kekalahan dua game langsung dengan skor 16-21 dan 17-21. Beberapa reli panjang sempat tercipta, namun pasangan Jepang lebih konsisten dalam memanfaatkan peluang poin. Hasil ini membuat kedudukan sementara antara Indonesia dan Jepang kembali imbang.

3. Prahdiska Bagas Shujiwo juga gagal sumbang poin

Prahdiska Bagas Shujiwo kembali dipercaya turun pada partai ketiga untuk menghadapi tunggal putra kedua Jepang, Yushi Tanaka. Menghadapi lawan yang dikenal ulet dan konsisten, Prahdiska berupaya menjaga ritme permainan sejak awal laga. Namun, tekanan dari Tanaka membuatnya kesulitan mengembangkan permainan secara optimal.

Dalam pertandingan berdurasi 43 menit tersebut, Prahdiska harus menyerah dua gim langsung dengan skor 11-21 dan 15-21. Secara peringkat, wakil Jepang memang berada jauh di atas Prahdiska dan hal itu terlihat dari kontrol permainan yang ditampilkan Tanaka. Kekalahan ini membuat Indonesia kembali tertinggal dalam perolehan poin pada laga semifinal tersebut.

4. Nikolaus Joaquin/Raymond Indra juga gagal menyamakan kedudukan

Indonesia memasuki partai keempat dengan posisi tertinggal 2-1 dari Jepang dan menurunkan pasangan Nikolaus Joaquin/Raymond Indra. Di atas kertas, ganda putra Indonesia ini memiliki peringkat yang lebih baik dibandingkan Takumi Nomura/Yuichi Shimogami. Kondisi tersebut membuat harapan untuk menyamakan kedudukan sempat terbuka.

Namun, Nikolaus/Raymond belum mampu memaksimalkan peluang tersebut dan justru kalah dua game langsung. Mereka harus menyerah dengan skor 17-21 dan 15-21 dalam laga yang berlangsung selama 43 menit. Kekalahan ini memastikan Jepang mengunci kemenangan atas Indonesia pada laga semifinal dan dipastikan melaju ke babak final BATC 2026.

Secara keseluruhan, tim putra Indonesia menunjukkan usaha maksimal sepanjang laga semifinal BATC 2026 meski hasil akhir belum sesuai harapan. Dari empat partai yang dimainkan, Indonesia hanya mampu mengamankan satu poin melalui sektor tunggal putra. Sementara itu, Jepang tampil lebih konsisten dalam memanfaatkan peluang di setiap pertandingan.

Kekalahan dengan skor 3-1 membuat langkah tim putra Indonesia harus terhenti di babak semifinal. Jepang pun memastikan tiket ke final dan akan berhadapan dengan tim putra China pada laga puncak. Hasil ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi tim putra Indonesia untuk menghadapi turnamen beregu berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy