Pelatih ganda campuran, Rionny Mainaky (IDN Times/Margith Damanik)
Pelatih ganda campuran utama Pelatnas PBSI, Rionny Mainaky bicara soal keputusan PBSI tak memberangkatkan Adnan/Indah ke All England 2026. Alasan utamanya adalah karena ganda campuran saat ini berfokus untuk mengejar gelar juara dan PBSI optimistis Adnan/Indah punya potensi di Orelans Masters 2026 mendatang.
"(Turnamennya) saya bagi saja, karena tahun ini kan kami targetnya (cari prestasi). Tahun kemarin kami sebanyak-banyak yang minta (ikut turnamen), dari bawah sudah naik ke atas sekarang. Tinggal, sekarang kami prestasi, cari juara, baru masuk race to Olympic, dan targetkan itu," kata Rionny.
"Mereka kan ada peluang (juara) di sana, Orleans . Nanti kami lihat di sini bisa lebih matang. Tahun depan, sudah bisa kami baca semua, tahu kualitasnya, mampu atau tidak," lanjutnya
Rionny menyebutkan, PBSI sudah mengatur jatah turnamen untuk tur Eropa pada Maret 2026 mendatang. Hanya ada dua pasangan yang rencananya dikirimkan untuk berlaga di All England 2026, Swiss Open 2026, dan Orleans Masters 2026.
"Kami juga ada tiga kejuaraan. Karena terlalu banyak, kami bagi jadi dua. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah sama Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu di All England dan Swiss. Terus, kami gabung yang dua lagi Adnan/Indah sama Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindiya Wardana (ke Swiss dan Orleans). Memang sudah dibagi begitu, dan menurut ranking kan seperti itu," kata Rionny.
Indah mengaku sempat mendengar penjelasan soal jatah dua turnamen per pasangan tersebut. Namun, menurut Indah penerapannya tak terbilang cukup adil.
"Terus sempat dengar juga katanya pembagiannya itu dua-dua pertandingannya. Jadi saya Orleans sama Swiss. Nah, tapi ada (pasangan) yang didaftarkan tiga. Jadi akan main di All England, Swiss Open, dan Orleans Masters. Maksudnya bagaimana gitu lho?" kata Indah.