Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rasanya Juara Saat Prahara di MotoGP Catalunya 2026, Diggia?
Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio (AFP / Pierre-Philippe Marcou)
  • Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing Team menjuarai MotoGP Catalunya 2026 yang diwarnai dua kali red flag akibat kecelakaan parah Alex Marquez dan Johann Zarco.
  • Diggia sempat terlibat secara tidak langsung dalam insiden Alex Marquez ketika ban motor lawannya menggelinding ke arahnya, membuatnya hampir gagal melanjutkan balapan.
  • Meski diliputi ketakutan setelah dua kecelakaan besar, dukungan tim VR46 membantunya kembali fokus hingga berhasil meraih kemenangan bersejarah di Catalunya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, adalah sosok yang berhasil memanfaatkan badai untuk keuntungannya. Diggia, sapaan akrabnya, melakukan itu di MotoGP Catalunya 2026.

Diwarnai dua kali red flag, buntut kecelakaan parah yang melibatkan Alex Marquez serta Johann Zarco, Diggia keluar sebagai juara, Kendati menang, dia mengaku akhir pekan kemarin terasa berat.

"Hari Minggu yang berat, dengan banyak suka dan duka, meskipun bukan karena hasilnya. Kemenangan sebenarnya hari ini adalah semua orang kurang lebih baik-baik saja. Melihat hal-hal ini di lintasan bukanlah hal yang mudah," ujar Diggia, dilansir Motosan.

1. Terlibat juga dalam kecelakaan Alex Marquez

Diggia sejatinya secara tidak langsung terlibat dalam kecelakaan yang menimpa Alex Marquez. Dia sempat terjatuh lantaran ban motor Alex yang lepas, menggelinding ke arahr motornya. Beruntung, dia masih bisa lanjut balap.

"Saya tiba dan melihat banyak puing di mana-mana, banyak di antaranya datang ke arah kami di lintasan lurus. Jujur, saya tidak tahu persis apa yang terjadi. Saya rasa saya tidak bereaksi dengan benar," kata Diggia.

2. Mengaku sempat bersembunyi di balik fairing

Diggia mengaku, saat insiden itu terjadi, bersembunyi di balik fairing jadi pilihan yang dia tempuh. Dia bahkan sampai menutup mata saking takutnya, serta tak bisa bereaksi dengan baik.

"Saya hanya mencoba bersembunyi di balik fairing dan menutup mata. Mungkin saya seharusnya bergerak lebih ke kiri, tetapi saya ketakutan dan tidak bisa bereaksi. Saya membeku," kata Diggia.

3. Buah dari keberanian Diggia kembali membalap

Setelah dua insiden parah itu, Diggia sejatinya sempat takut untuk membalap lagi. Namun, seluruh elemen tim VR46 Racing Team memberinya motivasi, sehingga dia bisa kembali ke lintasan dan jadi juara.

"Seperti dalam kehidupan, hal-hal negatif dapat terjadi. Kita harus menjauhkan momen-momen negatif itu dari lintasan, dan tim membantu saya fokus. Akhirnya, saya bisa menang di MotoGP Catalunya 2026," ujar Diggia.

Editorial Team