Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rekor Podium Beruntun Ducati Terhenti, Akhir Sebuah Dominasi?
ilustrasi balap MotoGP (pexels.com/Wayne Lee)
  • Rekor 88 podium beruntun Ducati di MotoGP terhenti di seri Thailand 2026, menandai kegagalan pertama mereka naik podium sejak Inggris 2021.
  • Marco Bezzecchi, Pedro Acosta, dan Raul Fernandez dari Aprilia serta KTM mengguncang dominasi Ducati dengan merebut tiga posisi podium utama di Buriram.
  • Meskipun rekor terhenti, Ducati masih memimpin klasemen konstruktor dan punya peluang besar mempertahankan gelar juara dunia pembalap musim 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahun lalu, rekor kemenangan beruntun Ducati terhenti di Sirkuit Le Mans, Prancis. Saat itu, Johann Zarco menang di balapan kandang. Honda pun mengasapi Ducati yang harus puas dengan hasil runner-up lewat Marc Marquez. Dengan hasil tersebut, 22 kemenangan beruntun Ducati dari seri Spanyol 2024 hingga seri Spanyol 2025 berakhir.

Memasuki awal musim 2026, rekor MotoGP lain milik Ducati kembali terhenti. Marco Bezzecchi, Pedro Acosta, dan Raul Fernandez jadi biang keroknya. Ketiga pembalap itu merebut podium seri Thailand di Sirkuit Buriram dan menghentikan rentetan podium milik Ducati.

1. Dalam 88 balapan sebelumnya, selalu ada pembalap Ducati yang berdiri di podium

Untuk pertama kalinya sejak seri Inggris 2021, tidak ada pembalap Ducati yang naik podium main race. Pabrikan Borgo Panigale gagal meraih podium untuk pertama kalinya dalam 5 tahun. Hasil di seri Thailand tersebut mengakhiri rekor 88 podium Grand Prix yang dimulai di seri Aragon 2021.

Rekor miik Ducati terbilang fantastis. Pasalnya, belum pernah ada pabrikan MotoGP lain yang bisa mengemas angka seperti itu. Pada era puncaknya, kejayaan Ducati memang tak tertandingi.

Momen-momen berharga silih berganti hadir dalam periode tersebut. Di seri Australia musim 2024, misalnya, Marc Marquez memimpin enam motor Ducati melintasi garis finis. Di seri Argentina 2025, lima pembalap Ducati memborong posisi lima besar. Sayangnya, momen dominan itu belum terulang lagi.

2. Aprilia dan KTM menghentikan rekor podium Ducati

Awal musim 2026 malah jadi kemunduran bagi Ducati. Aprilia mengancam dominasinya setelah Marco Bezzecchi meraih kemenangan di Thailand dan Raul Fernandez merebut podium ketiga. KTM tak ketinggalan, lewat Pedro Acosta, pabrikan asal Austria itu merebut posisi runner-up.

Dua pembalap Aprilia lain melengkapi posisi keempat dan kelima. Ai Ogura dan Jorge Martin menguatkan posisi dominan Aprilia. Ini momen bersejarah karena untuk pertama kalinya semua pembalap pabrikan Noale ada di posisi lima besar.

Pembalap Ducati hanya finis di urutan keenam lewat Fabio Di Giannantonio. Jarak finisnya dengan Bezzecchi yang menang terpaut lebih dari 15 detik. Sejatinya posisi podium sempat digenggam Marc Marquez, tetapi ia mengalami kendala teknis saat roda belakangnya rusak pada enam lap terakhir.

3. Musim 2026 masih panjang, Ducati masih bisa menjaga kontinuitas titel juara dunia

Jika sesuai jadwal, MotoGP musim 2026 masih menyisakan 21 seri balap. Mungkin tinggal 20 seri balap jika seri Qatar yang riskan dibatalkan. Dengan jumlah seri tersebut, masih cukup waktu bagi Ducati untuk mempertahankan prestasi lainnya.

Salah satu prestasi paling prestisius adalah gelar juara dunia pembalap yang sudah diraih pembalap Ducati sejak 2022. Francesco Bagnaia merebut gelar dunia musim 2022 dan 2023. Pada 2024, Jorge Martin mencetak sejarah sebagai pembalap tim satelit yang sukses merebut titel juara dunia. Pada 2025, giliran Marc Marquez yang mempertahankan status juara Ducati.

Dalam kejuaraan konstruktor, Ducati juga masih belum terkalahkan. Pabrikan Borgo Panigale selalu berada di puncak klasemen konstruktor selama 6 tahun beruntun sejak 2020. Titel yang membuktikan dominasi Ducati Desmosedici di lintasan.

Di atas kertas, Ducati masih punya kans kuat untuk mempertahankan prestasi mentereng di MotoGP. Marc Marquez masih dijagokan dalam perebutan titel juara dunia pembalap. Dengan enam pembalap di grid, Ducati juga punya kesempatan menjaga tahta di klasemen konstruktor. Meski begitu, kejutan bisa saja datang di ajang Grand Prix.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team