Red Bull rupanya menyadari kesulitan Sergio Perez pada tahun pertamanya bersama mereka. Tim yang bermarkas di Milton Keynes, Inggris, itu kemudian menyarankan Perez untuk terapi dengan psikolog. Perez mengikuti instruksi tim dan menemukan hal mengejutkan dari hal tersebut.
"Segera setelah aku tiba di Red Bull, pada balapan pertama, mereka bilang kepadaku hal yang kubutuhkan adalah seorang psikolog ketika hasil balapan kurang oke. Suatu hari, aku datang ke markas Red Bull dan mereka bilang ada tagihan untukku. Itu tagihan sebesar 6 ribu pound sterling (sekitar 135,5 juta rupiah) dari psikolog," kenang Sergio Perez dalam wawancara di siniar Cracks dilansir F1i.
"Aku bilang kepada mereka untuk mengirimkannya kepada Helmut Marko. Dia yang akan membayarnya. Biaya sebesar itu untuk satu kali panggilan," sambungnya.
Sergio Perez menjalani terapi bersama psikolog selama 3 tahun. Hal tersebut membawa dampak positif terhadap capaian Perez di atas lintasan. Ia mampu meraih 20 podium dan 4 kemenangan pada 2022--2023. Bahkan, Perez menduduki peringkat kedua di klasemen akhir Formula 1 2023.
"Helmut Marko bertanya kepadaku tentang hasilnya. Aku menjawab itu adalah hal yang sempurna karena dengan sesi ini kami sudah siap. Begitulah kami melanjutkannya selama 3 tahun, bukan? Telah sembuh oleh psikolog, hasilnya mulai muncul. Tindakan itu berhasil," ujar Sergio Perez.