Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Tim yang Berakhir Tanpa Kemenangan di Uber Cup 2026
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Alexey Demidov)
  • Empat tim, yakni Ukraina, Afrika Selatan, Australia, dan Spanyol, menutup perjalanan di Uber Cup 2026 tanpa satu pun kemenangan sejak fase grup.
  • Ukraina sebagai debutan gagal bersinar di Grup A, sementara Afrika Selatan dan Australia juga tersingkir cepat setelah kalah telak di semua laga grup mereka.
  • Spanyol melengkapi daftar tim tanpa kemenangan usai tumbang dari Korea Selatan, Thailand, dan Bulgaria dalam persaingan ketat fase grup Uber Cup 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Turnamen beregu putri paling bergengsi, Uber Cup 2026, telah menuntaskan hampir seluruh pertandingan. Turnamen dua tahunan ini akan memasuki laga final pada Minggu (3/5/2026), yang mempertemukan dua tim unggulan teratas, yakni China dan Korea Selatan.

Di balik persaingan menuju partai puncak tersebut, terdapat pula tim-tim yang harus mengakhiri perjalanan lebih awal sejak fase grup. Bahkan, beberapa di antaranya tidak mampu meraih satu pun kemenangan sepanjang babak penyisihan. Berikut empat tim yang berakhir tanpa kemenangan di Uber Cup 2026.

1. Debut Ukraina berakhir dengan nirkemenangan

Ukraina berstatus debutan di Uber Cup 2026. Mereka tampil untuk pertama kalinya di ajang bergengsi dua tahunan ini. Sayangnya, debut mereka tidak begitu mulus. Mereka gagal meraih satu pun kemenangan di panggung pertamanya ini.

Ukraina yang menghuni Grup A harus menderita kekalahan beruntun dari rival satu grupnya. Mereka menjadi bulan-bulanan China, Denmark, dan India yang dengan mudah mengalahkan mereka. Ukraina kalah telak dari China yang berstatus unggulan pertama sekaligus juara bertahan dengan skor 0-5. Mereka juga kalah saat berhadapan dengan Denmark dan India. Namun, pada dua laga tersebut, mereka sempat memberikan sedikit perlawanan sebelum akhirnya takluk dengan skor 1-4. Kekalahan-kekalahan itu menenggelamkan mereka ke dasar klasemen dan menggagalkan mereka lolos ke perempat final.

2. Afrika Selatan angkat koper tanpa mengoleksi kemenangan

Tim berikutnya yang masuk daftar ini adalah Afrika Selatan. Satu-satunya wakil Afrika di Uber Cup 2026 itu tersingkir dari peta persaingan setelah gagal mengamankan satu pun kemenangan. Performa mereka bahkan tidak lebih baik dari Ukraina yang berstatus debutan.

Afrika Selatan sendiri tergabung dalam Grup B bersama Jepang, Malaysia, dan Turki. Dari tiga laga pada fase grup, mereka selalu kalah dengan skor telak 0-5. Hasil itu membuat mereka mendekam di posisi terbawah klasemen dan gagal mengamankan tempat di perempat final.

3. Australia tidak meraih kemenangan sama sekali

Australia juga termasuk tim dengan penampilan buruk di Uber Cup 2026. Negeri Kangguru yang menjadi satu-satunya wakil Oseania itu harus pulang tanpa kemenangan. Mereka langsung gugur pada fase grup.

Menghuni Grup C, Australia tidak mampu mengimbangi kekuatan Indonesia, Taiwan, dan Kanada yang punya deretan pemain top dunia. Mereka kalah menghadapi tiga tim tersebut yang membuatnya finis sebagai juru kunci. Menghadapi Indonesia dan Taiwan, Australia sama-sama menelan kekalahan telak 0-5. Sementara itu, saat bersua Kanada, ada sedikit perlawanan yang mereka berikan meskipun tetap menelan kekalahan dengan skor 1-4.

4. Spanyol tumbang setelah menelan rentetan kekalahan

Terakhir, tim yang berakhir tanpa kemenangan di Uber Cup 2026 adalah Spanyol. Negeri Matador langsung gugur pada fase grup. Mereka menelan 3 kekalahan dari 3 pertandingan yang dilakoni.

Spanyol kalah saing dengan Korea Selatan, Thailand, dan Bulgaria yang menghuni Grup D. Mereka menderita kekalahan telak 0-5 dari Korea Selatan dan Thailand. Sementara, saat menghadapi Bulgaria, mereka mampu tampil kompetitif sebelum akhirnya kalah dengan skor tipis 2-3. Rentetan kekalahan itu secara otomatis menyeret mereka ke dasar klasemen.

Kegagalan meraih satu pun kemenangan menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Uber Cup 2026, terutama bagi tim-tim yang belum memiliki kedalaman skuad sekuat negara unggulan. Mereka kerap kesulitan mencuri poin saat menghadapi tim dengan kualitas pemain yang lebih merata di setiap partai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team