Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret Sergio Perez
potret Sergio Perez (kiri) (commons.wikimedia.org/Gobierno de la Ciudad de México)

Intinya sih...

  • Sergio Perez memulai debut di Formula 1 bersama Sauber pada 2011.

  • McLaren merekrut Sergio Perez pada 2013, namun kontraknya diakhiri karena performanya kurang memuaskan.

  • Perez pindah ke Force India, Racing Point, dan Red Bull setelah McLaren mengakhiri kontraknya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cadillac resmi merekrut eks pembalap Red Bull, Sergio Perez, untuk berlaga di Formula 1 2026. Sergio Perez bakal jadi tandem Valtteri Bottas di Formula 1 musim depan. Duet mereka diharapkan bisa membuat Cadillac jadi tim papan atas di balap jet darat.

Perez juga merupakan salah satu pembalap yang punya sepak terjang panjang di Formula 1. Sebab, sebelum bergabung dengan Cadillac, ia sudah pernah membela beberapa tim Formula 1 lain. Berikut lima tim Formula 1 Sergio Perez sebelum Cadillac.

1. Sergio Perez memulai debutnya di Formula 1 bersama Sauber

Sergio Perez memulai debut profesionalnya di Formula 1 pada 2011. Saat itu, Perez yang baru jadi runner up GP2 series 2010 langsung direkrut Sauber. Perez kala itu jadi pembalap pertama asal Meksiko yang berhasil menembus Formula 1 setelah 30 tahun.

Perez membalap bersama Sauber hingga 2012. Selama membela Sauber, ia tercatat pernah meraih tiga podium. Ketiga podium tersebut ia raih pada 2012. Pencapaian tersebut ketika itu membuat Perez mampu mengakhiri musim di peringkat ke-10 klasemen akhir pembalap Formula 2012.     

2. McLaren merekrut Sergio Perez pada 2013

Berkat pencapaiannya bersama Sauber, Sergio Perez pun akhirnya diboyong oleh McLaren pada 2013. Ia saat itu mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Lewis Hamilton ke Mercedes. Di McLaren, Perez saat itu menjadi rekan setim Jenson Button.

Namun, karier Perez bersama McLaren tidak berlangsung lama. Sebab, tim asal Inggris tersebut memutuskan untuk mengakhiri kontrak Perez pada akhir musim 2013. Ini terjadi lantaran performa Perez di McLaren kurang memuaskan. Pencapaian tertinggi Perez bersama McLaren adalah finis di posisi ke-5 saat membalap di GP India. Hal ini tentu kontras dengan pencapaian Perez di Sauber yang berhasil meraih tiga podium.

3. Sergio Perez pindah ke Force India usai didepak McLaren

Beruntungnya, masih ada tim Formula 1 yang mau merekrut Sergio Perez usai dirinya didepak McLaren. Pada 2014, Force India memutuskan merekrut pembalap asal Meksiko tersebut. Saat itu, Perez menjadi rekan setim dari Nico Huelkenberg.  

Prestasi Perez bersama Force India pun mulai membaik. Ia cukup sering finis di posisi tiga besar dan meraih podium. Selama membela Force India dari 2014 hingga 2018, Perez tercatat sudah menyumbang lima podium. 

4. Sergio Perez mulai membela Racing Point pada 2019

Sergio Perez mulai membela Racing Point pada 2019. Racing Point sendiri sebetulnya merupakan tim yang sama dengan Force India. Jadi, saat jeda musim panas 2018, Force India mengalami kesulitan finansial. Mereka saat itu hampir bangkrut dan terancam tidak bisa mengikuti seluruh balapan Formula 1. 

Beruntungnya, seorang pengusaha asal Kanada, Lawrence Stroll, mau mendanai Force India untuk kembali bangkit. Lawrence saat itu mengambil alih kepemilikan Force India dari tangan Vijay Mallya. Ia pun lantas mengubah nama tim menjadi Racing Point Force India. Nama tim pun kemudian kembali berubah menjadi Racing Point pada 2019.

5. Red Bull memboyong Sergio Perez dari Racing Point pada 2021

Selama membela Racing Point dari 2019 hingga 2020, Perez berhasil mencetak dua podium. Satu di antaranya adalah podium kemenangan yang ia raih secara dramatis di Formula 1 GP Sakhir. Prestasi gemilang inilah yang kemudian membuat Red Bull merekrut Perez untuk berlaga di Formula 1 2021.

Perez membalap bersama Red Bull hingga 2024. Selama membela Red Bull, ia tercatat sudah menorehkan 29 podium dan 5 kemenangan. Ia juga jadi pembalap kunci yang membantu Max Verstappen merengkuh titel juara dunia Formula 1 secara dramatis pada 2021.

Sayangnya, pengabdian Perez di Red Bull hanya bertahan sampai 2024. Sebab, pada akhir musim 2024, tim asal Austria itu memutuskan untuk mengakhiri kontrak Perez. Hal ini lantaran bos Red Bull saat itu, Christian Horner, kurang puas dengan performanya. Akhirnya, posisi Perez pun digantikan oleh pembalap rookie asal Selandia Baru sekaligus pembalap akademi Red Bull, Liam Lawson.

Keputusan Red Bull untuk menyudahi kontrak Sergio Perez pada akhir musim 2024 tentu membuat dirinya sedih. Kendati begitu, kesedihan tersebut kini sudah berubah menjadi tawa riang. Sebab, Sergio Perez dipastikan kembali mengaspal di Formula 1 2026 usai resmi direkrut Cadillac bersama Valtteri Bottas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team