Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pembalap McLaren di Formula 1
ilustrasi pembalap McLaren di Formula 1 (pexels.com/Jonathan Borba)

Pembalap utama selalu menjadi pusat perhatian dalam setiap balapan Formula 1. Namun, di balik perlombaan di lintasan, ada sosok pembalap cadangan atau reserve driver yang juga memegang peran penting bagi tim. Mereka tidak hanya duduk menunggu kesempatan, tetapi juga terlibat aktif dalam pengembangan mobil.

Pembalap cadangan menjalankan berbagai tugas teknis, strategis, dan komersial sepanjang musim. Kontribusi mereka tidak boleh dipandang sebelah mata meski jarang terlihat langsung di depan kamera. Mereka kerap menjadi yang terdepan untuk mengumpulkan data-data penting dalam pengembangan mobil.

Berikut empat tugas pembalap cadangan di Formula 1.

1. Siap menggantikan pembalap utama kapan saja

Pembalap cadangan wajib berada dalam kondisi fisik dan mental terbaik untuk menggantikan pembalap utama sewaktu-waktu diperlukan. Mereka juga harus memahami karakter mobil, regulasi balapan, serta strategi tim agar dapat langsung beradaptasi. Kesiapan ini membuat reserve driver terus menjalani program latihan intensif sepanjang musim.

Selain latihan fisik, mereka juga tidak lupa mengikuti briefing teknis setiap akhir pekan balapan. Proses ini membantu para pembalap cadangan memahami detail setup mobil, karakter lintasan, serta strategi tim. Dengan cara ini, pembalap cadangan bisa langsung beradaptasi apabila diperlukan turun ke lintasan untuk menggantikan peran pembalap utama yang tidak bisa tampil karena sakit ataupun cedera.

2. Lebih banyak menghabiskan waktu mengemudi di simulator

Sebagian besar waktu reserve driver dihabiskan di simulator tim yang memiliki tingkat akurasi sangat tinggi. Mereka menjalankan simulasi set up mobil, strategi balapan, serta pengujian komponen baru sebelum diterapkan di lintasan. Data yang dikumpulkan dari simulator menjadi acuan penting bagi para insinyur dan teknisi tim sebagai acuan pengembangan dan update mobil di setiap balapan.

Simulator memungkinkan tim melakukan eksperimen teknis tanpa harus menggelar tes langsung di sirkuit. Mereka bahkan bisa menghabiskan waktu berjam-jam di simulator untuk mengumpulkan data atau melakukan eksperimen yang berguna untuk tim sebelum diimplementasikan ke mobil asli. Hal ini menjadi krusial karena regulasi Formula 1 modern sangat membatasi sesi uji coba. Peran pembalap cadangan di simulator membantu tim tetap kompetitif sepanjang musim.

3. Beberapa kali dipercaya turun di Sesi Free Practice 1 (FP1)

Pembalap cadangan kerap mendapat kesempatan tampil dalam sesi Free Practice 1 (FP1). Regulasi FIA mewajibkan setiap tim memberikan jatah FP1 kepada pembalap muda dan pembalap cadangan setidaknya empat kali dalam satu musim. Aturan ini bertujuan memberi jam terbang sekaligus mengumpulkan data teknis tambahan bagi setiap tim.

Sesi FP1 membantu tim mengumpulkan dan mengevaluasi performa ban, konsumsi bahan bakar, dan menemukan set up yang pas untuk balapan. Data-data yang didapatkan nantinya bakal menjadi bahan analisis sebelum menentukan set up final. Bagi reserve driver, FP1 menjadi salah satu kesempatan emas untuk menunjukkan ajang kualitas mereka di lintasan asli.

4. Sering dipercaya sebagai wajah utama tim F1 di luar lintasan

Di luar lintasan, pembalap cadangan juga sering dilibatkan untuk menjalankan tugas media dan sponsor. Mereka menghadiri acara promosi, wawancara, fan meeting, serta membuat konten di media sosial seperti Instragram dan YouTube. Aktivitas ini membantu meningkatkan citra tim dan memperluas jangkauan yang lebih luas untuk semakin dikenal banyak orang.

Peran komersial ini penting dalam menjaga hubungan dengan mitra sponsor. Kehadiran pembalap cadangan dalam kegiatan promosi akan menciptakan nilai positif bagi tim di kalangan para penggemar. Selain itu, tugas ini juga membantu meningkatkan popularitas pembalap tersebut. Popularitas ini membuka peluang karier balap yang lebih luas di masa depan.

Peran reserve driver atau pembalap cadangan di F1 sangat penting dalam perkembangan mobil setiap tim. Mereka lebih banyak bekerja di balik layar melalui simulasi di simulator balapan. Selain sebagai cadangan, beberapa dari mereka ada juga yang aktif membalap di kompetisi lain seperti Formula E, World Endurance Championship (WEC), dan IndyCar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy