Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Turnamen Terakhir Gregoria Mariska Tunjung sebelum Keluar Pelatnas
ilustrasi bulu tangkis (unsplash.com/Mustafa Fatemi)

Tunggal putri kenamaan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, mengumumkan pengunduran dirinya dari Pelatnas PBSI Cipayung pada Jumat (15/5/2026). Fokus pada pemulihan cedera vertigo menjadi alasan utama ia mundur dari tempat yang telah menempanya selama 12 tahun.

Selama berkarier di level internasional, Gregoria Mariska Tunjung menjadi salah satu andalan Indonesia di sektor tunggal putri. Ia rutin tampil dalam berbagai turnamen besar BWF World Tour dan kerap menghadapi pemain-pemain elite dunia sebelum akhirnya harus menepi karena kondisi kesehatannya.

Sebelum resmi keluar dari Pelatnas PBSI Cipayung, Gregoria juga sempat mengikuti beberapa turnamen internasional pada musim 2025. Turnamen-turnamen tersebut kini menjadi bagian akhir dari perjalanannya sebagai pemain pelatnas. Berikut lima turnamen terakhir Gregoria Mariska Tunjung sebelum keluar pelatnas.

1. Tembus babak ketiga di Kejuaraan Dunia 2025

Setelah diterpa cedera pada awal 2025, Gregoria Mariska Tunjung sempat mencoba peruntungannya untuk comeback pada pertengahan tahun. Pada fase itu, salah satu turnamen yang ia ikuti adalah Kejuaraan Dunia 2025 yang berlangsung di Paris, Prancis, pada akhir Agustus. Saat itu, ia tampil dengan status unggulan ketujuh.

Langkah Gregoria kala itu terhenti pada babak ketiga atau 16 besar. Ia kalah dari tunggal putri unggulan lainnya, yakni Sim Yu Jin asal Korea Selatan, yang diunggulkan di urutan ke-12. Dalam duel 2 game langsung yang berlangsung selama 31 menit, Gregoria kalah dengan skor 15-21 dan 18-21.

2. Langsung tumbang pada babak pertama Denmark Open 2025

Gregoria Mariska Tunjung sempat kembali menepi dari lapangan setelah penampilannya di Kejuaraan Dunia 2025. Ia baru mentas lagi di Denmark Open 2025 yang digelar pada pertengahan Oktober di Odense, Denmark. Di turnamen BWF World Tour Super 750 itu, ia tidak langsung kembali ke performa terbaiknya.

Gregoria langsung tumbang pada babak pertama. Ia yang saat itu berstatus unggulan kedelapan kalah dari tunggal putri andalan Skotlandia, Kirsty Gilmour. Dalam laga 2 game singkat berdurasi 30 menit, Gregoria kalah dengan skor telak 7-21 dan 14-21.

3. Kembali tersingkir pada babak pertama di French Open 2025

Tepat satu pekan setelah Denmark Open 2025, Gregoria Mariska Tunjung langsung tampil di French Open 2025. Sayangnya, penampilannya masih belum stabil di turnamen ini. Ia kembali gugur pada babak pertama dengan status unggulan. Gregoria yang diunggulkan di urutan kedelapan tumbang di tangan tunggal putri China, Gao Fang Jie. Ia kalah 3 game dengan skor 21-18, 6-21, dan 13-21 dalam waktu 49 menit.

4. Mencapai final di Japan Masters 2025

Gregoria Mariska Tunjung sempat mencatatkan hasil impresif di tengah hasil buruknya di turnamen BWF setelah comeback. Momen itu terjadi saat ia sukses menapaki final Japan Masters 2025 yang digelar pada pertengahan November di Kumamoto, Jepang. Itu tercatat sebagai penampilan terakhirnya di turnamen World Tour dengan status pemain pelatnas.

Di turnamen World Tour Super 500 itu, Gregoria mencapai final meskipun gagal meraih gelar juara. Ia finis sebagai runner-up setelah menelan kekalahan dari Ratchanok Intanon asal Thailand yang memang lebih diunggulkan. Dalam pertarungan 2 game langsung yang berdurasi 41 menit, ia kalah dengan skor 16-21 dan 20-22.

5. Membantu tim beregu putri Indonesia meraih perak di SEA Games 2025

SEA Games 2025 menjadi panggung terakhir Gregoria Mariska Tunjung sebagai pemain pelatnas. Ia diangkut di ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara ini untuk memperkuat tim beregu putri. Dalam kesempatan itu, ia berkontribusi mengantarkan tim Indonesia meraih perak setelah kalah pada laga final kontra Thailand.

Sepanjang turnamen, Gregoria diturunkan tiga kali secara beruntun dari perempat final hingga final. Penampilannya sebenarnya tidak begitu baik. Dari 3 kesempatan tersebut, ia hanya memenangkan pertandingan 1 kali saat Indonesia menghadapi Myanmar pada perempat final. Sementara itu, pada semifinal dan final, Gregoria menelan kekalahan dari tunggal putri Malaysia dan Thailand.

Meski harus menepi karena fokus pada pemulihan kondisi kesehatan, perjalanan dan pencapaian Gregoria Mariska Tunjung tetap meninggalkan kontribusi penting bagi sektor tunggal putri Indonesia. Lima turnamen terakhir tersebut pun menjadi penutup dari fase panjang karier Gregoria bersama Pelatnas PBSI Cipayung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy