Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gregoria Mariska Mundur dari Pelatnas PBSI

Gregoria Mariska Mundur dari Pelatnas PBSI
Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung mulus melaju ke 32 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2025. (Dok.PP PBSI)
Intinya Sih
  • Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI setelah 12 tahun bergabung, keputusan ini disampaikan pada Jumat, 15 Mei 2026.
  • Alasan utama pengunduran diri Gregoria adalah kondisi kesehatan yang belum pulih sepenuhnya akibat vertigo, membuatnya kehilangan kepercayaan diri untuk kembali bertanding.
  • Selama di Pelatnas, prestasi tertinggi Gregoria adalah meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 yang mengakhiri penantian 16 tahun sektor tunggal putri Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kabar mengejutkan datang dari tepok bulu tanah air. Tunggal putri andalan Indonesia, Gregoria Marsika Tunjung, resmi angkat kaki dari pelatihan nasional (Pelatnas) PBSI, Jumat (15/5/2026).

Keputusan ini disampaikan Gregoria melalui komunikasi bersama Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian. Gregoria juga sudah membicarakan keputusan itu dengan kepala pelatih tunggal putri Pelatnas, Imam Tohari.

Gregoria bersurat kepada PBSI. Dalam surat yang disampaikannya, ia berterima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan pelatih federasi, atas kesempatan, pengalaman, dan kepercayaan dalam 12 tahun di Pelatnas.

Kondisi kesehatan yang urung fit 100 persen menjadi alasannya untuk mundur, dan sudah dipertimbangkan secara matang. Atlet berusia 26 tahun itu masih berjuang dalam proses pemulihan dari vertigo.

Hingga saat ini, Gregoria merasa belum pulih sepenuhnya yang membuatnya kehilangan kepercayaan diri untuk kembali bertanding. PBSI juga mendoakan agar Gregoria dapat segera pulih sepenuhnya.

"Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya," kata Eng Hian dalam keterangan resminya.

Prestasi puncak Gregoria selama di Pelatnas adalah meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024. Keberhasilannya itu mengakhiri penantian 16 tahun di sektor tunggal putri Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Related Articles

See More