Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
2 Faktor Krusial yang Bikin Juventus Tersingkir dari Liga Champions
Pertandingan Juventus versus Galatasaray di play-off babak 16 besar Liga Champions. (AFP / Isabella Bonotto)
  • Juventus tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 5-7 dari Galatasaray meski menang 3-2 di leg kedua di Turin.
  • Kekalahan telak 2-5 di leg pertama di Istanbul menjadi faktor utama yang membuat beban Juventus terlalu berat untuk dibalikkan.
  • Meski sempat unggul 3-0 dan bermain dengan sepuluh pemain, Juventus kehabisan tenaga di perpanjangan waktu hingga akhirnya gagal melaju.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Juventus harus mengubur mimpi di Liga Champions setelah disingkirkan Galatasaray dalam play-off babak 16 besar, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Setidaknya, ada dua faktor krusial yang membuat langkah Si Nyonya Tua terhenti

Juventus sebenarnya mampu menang 3-2 pada leg kedua di Turin. Namun, kemenangan tersebut tak cukup untuk membalikkan keadaan. Mereka tetap tersingkir karena kalah agregat 5-7.

1. Dosa besar di leg pertama

Bek Juventus, Federico Gatti, menilai kegagalan ini bermula dari hasil buruk pada pertemuan pertama di Istanbul. Bianconeri gagal meredam keganasan The Aslan hingga akhirnya takluk 2-5.

Situasi tersebut membuat beban Juventus menjadi sangat berat di leg kedua. Mereka dipaksa menang dengan margin minimal empat gol untuk lolos tanpa melewati adu penalti.

"Kami kehilangannya di leg pertama," ujar Gatti, dikutip dari laman resmi UEFA.

2. Nyaris comeback, tetapi habis bensin

Si Nyonya Tua nyaris menciptakan keajaiban. Mereka memaksa laga ke perpanjangan waktu usai unggul 3-0 dalam 90 menit lewat gol Manuel Locatelli (37'), Federico Gatti (70'), dan Weston McKennie (82').

Hasil itu terasa luar biasa karena Juventus harus bermain dengan 10 orang sejak Lloyd Kelly diganjar kartu merah pada menit ke-48. Namun, dampak kekurangan pemain mulai terasa saat memulai duel 2x15 menit.

Tim asuhan Luciano Spalletti kehabisan tenaga. Mereka kebobolan lewat Victor Osimhen pada menit 105+2', lalu Baris Alper Yilmaz pada menit 119', yang memastikan Juventus tersingkir sebelum adu penalti.

"Ini terasa menyakitkan karena kami mencapai perpanjangan waktu dalam kondisi sudah terkuras," ujar Gatti.

3. Kapten Juventus mau nangis

Kapten Juventus, Manuel Locatelli, tak kuasa menyembunyikan emosinya. Ia terpukul melihat perjuangan Bianconeri yang sudah mengerahkan segalanya, namun tetap berakhir pahit.

"Rasanya hampir membuat saya ingin menangis karena betapa besar keyakinan kami. Kami memberikan hati dan jiwa kami. Di leg pertama, satu insiden membuat segalanya jauh lebih sulit," ucap Locatelli.

Editorial Team