Juventus Gagal Lolos Fase Gugur Liga Champions, Posisi Spalletti Aman?

- Juventus tersingkir dari Liga Champions meski menang 3-2 atas Galatasaray, karena kalah agregat 5-7 di babak play-off 16 besar.
- Luciano Spalletti absen dalam konferensi pers pascalaga dan digantikan Giorgio Chiellini yang menegaskan posisi sang pelatih tetap aman.
- Chiellini memuji semangat juang tim yang bermain dengan sepuluh pemain dan hampir memaksakan adu penalti sebelum kebobolan di perpanjangan waktu.
Jakarta, IDN Times - Masa depan Luciano Spalletti langsung dipertanyakan usai Juventus gugur di play-off babak 16 besar Liga Champions, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Itu karena Spalletti tidak hadir dalam jumpa pers selepas laga.
Juventus sukses membekuk Galatasaray dengan skor 3-2 pada leg kedua. Namun, hasil tersebut tak cukup menyelamatkan langkah Si Nyonya Tua. Mereka tetap tersingkir, akibat kalah agregat 5-7.
1. Chiellini gantikan Spalletti
Spalletti menjadi sorotan karena absen dalam konferensi pers. Dia digantikan oleh Giorgio Chiellini, yang kini menjabat sebagai Direktur Juventus.
Namun, kehadiran Chiellini tidak menandakan posisi Spalletti berada di ujung tanduk. Legenda hidup Bianconeri itu memang sengaja mengambil alih sesi media untuk bertanggung jawab atas hasil tim.
"Luciano tidak ada di sini karena saya pikir memang sudah seharusnya seorang direktur yang berbicara malam ini," kata Chiellini, dikutip Football Italia.
2. Jamin posisi Spalletti tetap aman
Chiellini menjamin posisi Spalletti di Turin aman. Dia juga meminta semua pihak tetap percaya pada proses yang sedang berjalan. Sebab, sejak Spalletti datang, grafik permainan Juventus menunjukkan peningkatan positif.
"Ini harus menjadi titik awal untuk menemukan kembali percikan semangat yang sempat hilang menjelang pekan-pekan terakhir musim ini. Kami memang kurang beruntung dalam beberapa insiden, tetapi harus terus melangkah," ujar Chiellini.
3. Chiellini bangga dengan Juventus
Terlepas dari hasil, Chiellini bangga dengan daya juang yang dipertontonkan Teun Koopmeiners dan kawan-kawan. Mereka berhasil memperpanjang napas dengan memaksa Galatasaray ke perpanjangan waktu, usai unggul 3-0 dalam 2x45 menit.
Rentetan gol tersebut dicetak oleh Manuel Locatelli (37'), Federico Gatti (70'), dan Weston McKennie (82'). Hasil itu terasa luar biasa karena Si Nyonya Tua harus bermain dengan 10 orang sejak Lloyd Kelly diganjar kartu merah pada menit 48.
Apes, di perpanjangan waktu, Juventus kecolongan dua gol. Victor Osimhen mencetak gol pada menit 105+2', disusul Baris Alper Yilmaz pada menit 119', yang memastikan langkah Juventus terhenti sebelum adu penalti.
"Kami lelah dan kecewa dengan hasil ini, terlepas dari performanya. Pada saat yang sama, kami sangat bangga dengan cara bermain," kata Chiellini.














