Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Klub yang Menjuarai Liga Champions meski Sering Kalah
ilustrasi UEFA Champions League (IDN Times/Mardya Shakti)

Paris Saint-Germain (PSG) berada di ambang gelar juara Liga Champions Eropa 2024/2025. Mereka sudah berhasil mencapai final dan akan menghadapi Inter Milan. Jika berhasil juara, PSG bakal meraih trofi Liga Champions pertama mereka. Selain itu, kemenangan di final bakal menjadikan PSG kampiun dengan sebuah rekor unik.

Dalam perjalanan ke final, PSG sudah lima kali kalah di Liga Champions 2024/2025. Mereka menelan 3 kekalahan pada fase grup dan 2 kekalahan pada babak gugur. Les Parisiens pun berpeluang menjadi juara Liga Champions dengan jumlah kekalahan terbanyak.

Untuk sementara, predikat tersebut dipegang oleh tiga klub. Ketiganya pernah menjuarai Liga Champions meski kalah empat kali sepanjang turnamen. Inilah ketiga klub tersebut beserta perjalanan mereka jadi juara.

1. Real Madrid juara Liga Champions 1999/2000 meski kalah empat kali

Pertama, ada Real Madrid yang menjuarai Liga Champions 1999/2000. Real Madrid sebenarnya tampil inkonsisten di semua ajang pada musim tersebut. Mereka hanya finis di peringkat kelima LaLiga Spanyol dan gagal di Copa del Rey. Bahkan, performa Los Blancos di Liga Champions pun sempat tak meyakinkan.

Liga Champions saat itu masih memakai format dua kali fase grup. Pada fase grup pertama, Real Madrid sempat kalah oleh FC Porto. Namun, mereka masih melaju sebagai juara grup. Pada fase grup kedua, Los Blancos kalah dua kali. Keduanya dari Bayern Munich. Meski demikian, Real Madrid pun tetap lolos usai finis sebagai runner-up grup.

Pada perempat final, Real Madrid mengandaskan juara bertahan Manchester United. Los Blancos lalu harus bertemu kembali dengan Bayern Munich pada semifinal. Hasilnya, mereka sekali lagi kalah dari Die Roten. Real Madrid takluk 1-2 pada leg kedua semifinal di markas Bayern Munich.

Beruntung, Real Madrid sudah lebih dulu menang 2-0 pada pertemuan pertama. Mereka pun unggul skor agregat 3-2 dan melangkah ke final. Real Madrid lalu menutup perjuangan dengan mengalahkan Valencia 3-0. Los Blancos pun meraih trofi Liga Champions kedelapan mereka.

2. AC Milan juga empat kali keok saat juara Liga Champions 2002/2003

AC Milan juga empat kali kalah dalam perjalanan menjuarai Liga Champions 2002/2003. Rossoneri saat itu menelan dua kekalahan pada fase grup pertama. Mereka kalah 1-2 dari RC Lens sebelum ditundukkan Deportivo La Coruna dengan skor serupa. Namun, dua kekalahan itu tak menggoyahkan posisi AC Milan di puncak klasemen grup.

Pada fase grup kedua, AC Milan juga sempat kalah dua kali. Mereka dibekuk Real Madrid 1-3 dan kalah 0-1 dari Borussia Dortmund. Namun, lagi-lagi Rossoneri tetap finis sebagai juara grup. Masuk ke perempat final, AC Milan lalu mengandaskan Ajax Amsterdam.

Pada semifinal, AC Milan sempat direpotkan rival sekota mereka, Inter Milan. Kedua tim hanya bermain imbang 0-0 dan 1-1 dalam dua laga. Namun, AC Milan berhak lolos karena unggul gol tandang. AC Milan lalu menundukkan Juventus di final melalui adu penalti. Rossoneri pun sukses menjuarai Liga Champions untuk kali keenam.

3. Liverpool juara Liga Champions 2018/2019 setelah sempat hampir tersingkir pada fase grup

Klub ketiga yang pernah juara Liga Champions meski tiga kali kalah adalah Liverpool. The Reds mengalaminya saat meraih trofi Liga Champions keenam pada 2018/2019. Kiprah Liverpool saat itu memang sempat mengkhawatirkan. Jangankan juara, mereka bahkan hampir gagal lolos dari fase grup.

Sebabnya adalah tiga kekalahan yang diderita Liverpool dalam lima matchday awal grup. Si Merah pun masih duduk di peringkat ketiga klasemen grup jelang laga terakhir. Beruntung, mereka berhasil lolos dari lubang jarum. Kemenangan 1-0 atas Napoli membawa Liverpool melaju sebagai runner-up grup.

Liverpool lalu sempat hampir tersingkir lagi pada semifinal. Melawan Barcelona, The Reds terbantai 0-3 pada leg pertama di Camp Nou. Mereka pun harus menjamu Barcelona pada laga kedua tanpa Mohamed Salah dan Roberto Firminho. Ajaibnya, Liverpool justru berhasil comeback. Mereka menang 4-0 di Anfield dan melangkah ke final.

Kesempatan meraih trofi pun tak disia-siakan Liverpool. Melawan Tottenham Hotspur di final, The Reds menang 2-0. Artinya, Liverpool sukses berubah dari tim yang terancam gugur pada fase grup menjadi sang juara.

Tiga klub di atas juara Liga Champions meski empat kali kalah sepanjang turnamen. Kini, PSG punya peluang juara dengan lebih banyak kekalahan pada 2024/2025. Akankah Les Parisiens meraih rekor unik tersebut?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team