Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Real Madrid
ilustrasi Real Madrid (pexels.com/Travel Photographer)

Intinya sih...

  • Real Madrid menang atas SC Braga 2-1 di Estadio Municipal de Braga pada UCL 2023/2024.

  • Mereka juga mengalahkan Sporting CP 2-1 di Estadio Jose Alvalade pada UCL 2016/2017.

  • Real Madrid berhasil mengalahkan FC Porto 3-1 di markas Porto pada UCL 2003/2004.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Real Madrid selangkah lagi memastikan tempat ke babak 16 besar UEFA Champions League (UCL) 2025/2026 tanpa harus melalui jalur playoff. Tantangan terakhir Los Blancos pada fase liga ini adalah bertandang ke markas Benfica pada Kamis (29/1) dini hari WIB. Berada di peringkat tiga klasemen, kemenangan di Lisbon bukan sekadar opsi, melainkan misi wajib demi tiket langsung ke fase gugur.

Menariknya, Estadio da Luz bukanlah tempat asing bagi sang raja Eropa. Di stadion inilah memori La Decima 2014 tercipta saat Real Madrid menumbangkan Atletico Madrid 4-1 untuk mengakhiri penantian gelar juara kesepuluh mereka. Namun, Portugal tidak hanya soal final legendaris tersebut. Tanah ini juga menjadi saksi ketangguhan Real Madrid saat menantang wakil-wakil terbaik Primeira Liga Portugal di kandang mereka.

Membawa modal sejarah yang impresif, skuad asuhan Alvaro Arbeloa punya alasan untuk percaya diri. Sebagai pemanasan jelang laga nanti, mari menilik kembali tiga lawatan terakhir Real Madrid ke Portugal di UCL per 28 Januari 2026.

1. Real Madrid menumbangkan SC Braga di Stadion Batu, Estadio Municipal de Braga, di UCL 2023/2024

Lawatan terakhir Real Madrid ke Portugal terjadi saat melawan SC Braga pada fase grup UCL 2023/2024. Bermain di stadion unik yang dibangun dari bekas tambang batu, Los Blancos berhasil mengatasi perlawanan tuan rumah. Mereka menang dengan skor 2-1 lewat gol Rodrygo dan Jude Bellingham.

Meski berstatus tim tamu, kematangan lini tengah Real Madrid menjadi kunci di Estadio Municipal de Braga. Hasil positif ini menjadi bagian dari catatan sempurna mereka yang menyapu bersih enam laga fase grup dengan kemenangan. Momentum di tanah Portugal ini pula yang kemudian mengantar Real Madrid mengangkat trofi UCL ke-15 pada akhir musim.

2. Menang atas Sporting CP di UCL 2016/2017 sekaligus momen emosional Cristiano Ronaldo

Jauh sebelum lawatan ke Braga, tanah Portugal lebih dulu menjadi saksi reuni emosional Cristiano Ronaldo saat Real Madrid bertandang ke markas Sporting CP pada fase grup UCL 2016/2017. Dalam laga tersebut, Los Blancos sukses mengamankan kemenangan tipis 2-1. Dua gol penentu kemenangan dilesakkan Raphael Varane dan Karim Benzema.

Estadio Jose Alvalade memberikan sambutan luar biasa bagi Ronaldo yang kembali ke klub masa kecilnya. Namun, profesionalisme tetap menjadi prioritas bagi sang bintang. Laga berlangsung sengit hingga pemain tuan rumah, Joao Pereira, diganjar kartu merah. Unggul jumlah pemain, skuad asuhan Zinedine Zidane akhirnya mengamankan poin penuh.

Meski tidak semua laga fase grup musim itu berakhir dengan kemenangan, Los Blancos tetap melaju hingga menjadi juara di partai final. Keberhasilan tersebut membuat mereka mengawinkan gelar juara UCL dan LaLiga Spanyol. Menariknya, 2 kali 1 grup dengan tim asal Portugal, 2 kali pula Real Madrid menutup musim dengan trofi UCL di tangan.

3. FC Porto asuhan Jose Mourinho berhasil dikalahkan Real Madrid di UCL 2003/2004

Selain SC Braga dan Sporting CP, FC Porto adalah raksasa Portugal lainnya yang pernah merasakan ketangguhan Los Blancos. Pada fase grup UCL 2003/2004, Real Madrid bertandang ke markas Porto dan pulang dengan kemenangan meyakinkan 3-1. Tiga gol Real Madrid saat itu diciptakan Ivan Helguera, Santiago Solari, dan Zinedine Zidane.

Meski markas Porto saat itu dikenal sangat angker, Real Madrid sebagai tim tamu tidak gentar. Diperkuat bintang mereka seperti Zinedine Zidane dan David Beckham, klub asal Spanyol itu mampu mendikte jalannya permainan. Menariknya, Porto asuhan Jose Mourinho tersebut adalah tim yang akhirnya keluar sebagai juara UCL pada akhir musim. 

Sepanjang perjalanan Porto merengkuh trofi musim itu, Real Madrid menjadi satu-satunya yang tak mampu ditaklukkan Porto. Dari 2 pertemuan pada fase grup, Porto hanya mampu meraih 1 keimbangan dan 1 kekalahan. Catatan ini menegaskan, Real Madrid tetap memiliki kelas yang berbeda di tanah Portugal pada masa kejayaan Mourinho sekalipun.

Meski tiga lawatan terakhir ke Portugal selalu berbuah poin penuh, Real Madrid pantang lengah. Laga kontra Benfica Kamis dini hari nanti bukan pertandingan biasa, melainkan penentu apakah Los Blancos langsung mengunci tiket ke babak 16 besar atau harus berjuang kembali pada playoff. Jika mampu meraih poin penuh atas Benfica, bukan tak mungkin mereka kembali termotivasi untuk bersaing merebut trofi UCL hingga akhir musim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team