3 Pelatih Real Madrid yang Mencetak 6 Gol kala Menang Perdana di UCL

Sebagian pelatih yang pernah menangani Real Madrid menorehkan rekor mentereng kala meraih kemenangan debut di kompetisi kasta tertinggi antarklub Eropa, Liga Champions Eropa (UCL). Salah satunya memenangkan pertandingan dengan mencetak enam gol. Meski Los Blancos kerap kali ditangani para pelatih papan atas, tidak banyak yang mampu mengukir rekor tersebut.
Hanya tiga pelatih berikut yang meraih kemenangan perdana di UCL dengan membobol gawang lawannnya enam kali.
1. Fleitas Solich meraih kemenangan perdana di Piala Champions kala Real Madrid menang 7-0 atas La Jeunesse d'Esch pada 1959/1960
Manuel Fleitas Solich merupakan salah satu pelatih asal Paraguay yang malang-melintang melatih klub-klub Serie A Brasileiro. Tercatat, ia pernah menangani Flamengo, Corinthians, Fluminense, Palmeiras, Atletico Mineiro, dan EC Bahia. Fleitas hanya sekali melatih klub besar Eropa sepanjang kariernya, yaitu Real Madrid. Ia ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada 5 Agutstus 1959.
Debutnya sebagai pelatih Real Madrid di Piala Champions, format lama dari Liga Champions, berakhir dengan hasil fantastis. Real Madrid yang menjamu La Jeunesse d'Esch di Santiago Bernabeu berhasil meraih kemenangan dengan skor telak 7-0 pada leg pertama 16 besar Piala Champions pada 21 Oktober 1959. Alfredo di Stefano dan Enrique Mateos masing-masing mencetak satu gol di laga ini. Sementara itu, Jesus Herrera menorehkan brace dan Ferenc Puskas menciptakan hattrick.
2. Carlo Ancelotti membawa Real Madrid menang 6-1 atas Galatasaray kala debut di UCL pada 2013/2014
Carlo Ancelotti pertama kali ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid pada 1 Juli 2013. Ia kala itu didatangkan dari Paris Saint-Germain (PSG). Ancelotti mengawali kiprahnya bersama El Real di Liga Champions dengan hasil fantastis. Real Madrid yang bertandang ke kandang Galatasaray, Rams Park, meraih kemenangan 6-1 pada matchday 1 fase grup UCL 2013/2014. Padahal, Galatasaray kala itu diperkuat sejumlah bintang top Eropa, seperti Didier Drogba, Wesley Sneijder, Emmanuel Eboue, dan Felipe Melo. Namun, mereka tidak mampu menahan gempuran serangan Real Madrid selama 90 menit.
Ancelotti kala itu memainkan para pemain terbaiknya, seperti Cristiano Ronaldo, Angel Di Maria, Karim Benzema, dan Alvaro Arbeloa. Isco membuka keunggulan Real Madrid pada menit ke-33. Karim Benzema menorehkan brace pada menit ke-54 dan 81. Cristiano Ronaldo mencetak hattrick pada menit ke-63, 66, dan 90. Galatasaray hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui Umut Bulut pada menit ke-84.
3. Alvaro Arbeloa menjalani debut spektakuler sebagai pelatih Real Madrid di UCL dengan menang 6-1 atas AS Monaco pada 2025/2026
Alvaro Arbeloa merupakan eks pemain Timnas Spanyol yang pernah membela Liverpool dan Real Madrid. Ia pensiun sebagai pesepak bola setelah terakhir kali berseragam West Ham United pada 2016/2017. Arbeloa memutuskan berkarier sebagai pelatih tim muda Real Madrid pada 22 November 2020. Ia kemudian menapaki jenjang karier bersama Real Madrid U-19 dan Castilla. Arbeloa mendapat kesempatan menunjukkan potensinya sebagai pelatih muda ketika ditunjuk menggantikan posisi Xabi Alonso pada Januari 2016. Ia dituntut menjaga stabilitas performa Los Blancos sampai akhir 2025/2026.
Ia langsung mendapat kritik pedas dari fans serta media-media Spanyol ketika Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey usai kalah 2-3 dari Albacete pada 14 Januari 2026. Kapasitas Arbeloa masih diragukan meski Los Blancos menang 2-0 atas Levante pada pekan ke-20 LaLiga Spanyol 2025/2026 pada 17 Januari 2026. Ia kemudian membuktikan mampu mengeluarkan potensi terbaik para bintang Real Madrid ketika membantai AS Monaco 6-1 pada matchday 7 Liga Champions 2025/2026 pada 20 Januari 2026. Kylian Mbappe mencetak brace di laga ini, sementara gol-gol lainnya dicetak masing-masing oleh Franco Mastantuono, Thilo Kehrer, Vinicius Jr, dan Jude Bellingham.
Ketiga pelatih Real Madrid di atas telah mengukir rekor fantastis menang dengan mencetak enam gol dalam laga di kompetisi kasta tertinggi antarklub. Namun, baru Ancelotti yang berhasil membawa Los Blancos meraih gelar juara UCL usai menjalani debut sensasional. Fleitas Solich hanya mampu mengantarkan Los Blancos mencapai perempat final Piala Champions 1959/1960. Sementara itu, tidak ada yang memperhitungkan Arbeloa dapat mengantarkan Real Madrid melangkah jauh di UCL mengingat pengalaman melatih di level senior masih minim. Mampukah ia mematahkan segala keraguan dan membawa Real Madrid menjuarai UCL 2025/2026?

















