Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Klub Eropa yang Belum Meraih Kemenangan per November 2024
Pemain VfL Bochum saat menyapa pendukungnya. (instagram.com/vflbochum1848.official)

Memasuk pertengahan musim liga-liga Eropa 2024/2025, mulai terlihat klub yang mampu tampil konsisten dan bertengger di papan atas klasemen. Bahkan, beberapa tim Eropa tersebut belum satu pun merasakan pahitnya kekalahan per November 2024, seperti PSV Eindhoven dan Sporting Lisbon.

Tak hanya klub yang tampil perkasa, terdapat pula tim yang gagal bersaing di kasta tertinggi liga-liga Eropa dan harus menerima nasib bertengger di papan bawah. Adapun klub yang belum sekali pun memperoleh kemenangan hingga memasuki pertengahan paruh pertama 2024/2025. Berikut daftarnya!

1. Ipswich Town bertengger di zona degradasi Premier League

Pemain Ipswich Town saat berlatih. (instagram.com/ipswichtown)

Ipswich Town baru saja naik kasta ke kasta tertinggi Liga Inggris pada 2024/2025 setelah duduk sebagai runner-up Championship 2023/2024. Sayangnya, tim asal Ipswich ini gagal bersaing dengan klub-klub besar di Liga Premier Inggris. Alhasil, mereka hanya mampu duduk di zona degradasi dalam 2 pekan terakhir. 

The Tractor Boys bahkan belum meraih satu pun kemenangan pada pekan kesepuluh Liga Premier Inggris 2024/2025. Beruntung mereka mampu memperoleh 5 kali hasil imbang dan masih bertengger di posisi ke-18. Jika tak ingin semakin terpuruk, tim asuhan Kieran McKenna ini harus meraih kemenangan di laga selanjutnya. 

2. Wolverhampton Wanderers duduk di dasar klasemen EPL 2024/2025

Pemain Wolverhampton saat merayakan gol. (instagram.com/wolves)

Wolverhampton Wanderers terus mengalami kemunduran dalam beberapa musim terakhir. Usai mampu mencapai kejayaannya pada 2019/2020, tim berjuluk The Wolves itu belum mampu masuk 10 besar Liga Premier Inggris. Pada 2024/2025, kondisi klub asal Wolverhampton juga justru semakin mengenaskan. 

Pada pekan kesepuluh Liga Premier Inggris, klub binaan Gary O'Neil ini hanya duduk di dasar klasemen sementara. Wolverhampton bahkan sama sekali belum meraih kemenangan dan hanya meraup poin dari tiga kali hasil seri. Jika tak ingin semakin merana, klub harus segera berbenah dan setidaknya meraih satu kemenangan untuk mendongkrak mental timnya. 

3. VfL Bochum jadi satu-satunya tim yang belum menang di Bundesliga Jerman

Pemain VfL Bochum saat menyapa pendukungnya. (instagram.com/vflbochum1848.official)

VfL Bochum menunjukkan perununan performa dalam beberapa musim terakhir sejak naik kasta ke Bundesliga Jerman pada 2021/2022. Klub yang berbasis di Bochum ini sempat terjerembab di zona degradasi pada 2023/2024. Beruntung mereka mampu kembali berlaga di kasta tertinggi berkat kemenangan dalam laga play-off degradasi kontra Fortuna Duesseldorf. 

Meski sudah memperoleh pengalaman pahit, Die Unabsteigbaren ternyata tak mampu bersaing di kasta tertinggi Liga Jerman 2024/2025. Tim asuhan Dieter Hecking ini belum mampu memetik satu pun kemenangan dan hanya meraup poin dari satu hasil imbang melawan Holstein Kiel. Alhasil, mereka harus puas duduk di dasar klasemen semenatra Bundesliga Jerman. 

4. Grazer AK duduk di dasar klasemen Bundesliga Austria

Pemain Grazer AK saat menyapa pendukungnya. (instagram.com/grazerak)

Grazer AK dikenal sebagai tim yang baru saja promosi di Bundesliga Austria 2024/2025. Tim berjuluk Die Roten ini berhasil merebut tiket otomatis ke kasta tertinggi setelah menjuarai Erste Liga 2023/2024. Mereka akhirnya kembali tampil di kasta tertinggi Liga Austria setelah menanti 17 tahun lamanya. 

Sayangnya, penampilan gemilangnya musim lalu tak sebaik performanya pada awal 2024/2025. Klub asal Graz ini belum mampu bersaing bersama tim-tim besar di divisi utama dan belum memetik satu pun kemenangan. Alhasil, klub binaan Rene Poms ini hanya duduk di dasar klasemen dengan perolehan enam poin pada spieltag kesepuluh Bundesliga Austria 2024/2025. 

Performa buruk keempat klub Eropa di atas sebenarnya bukanlah kejutan karena mereka bukanlah tim besar. Setengah dari klub tersebut adalah klub promosi yang kesulitan beradaptasi di kasta tertinggi. Sedangkan separuhnya lagi adalah klub papan bawah yang mengalami penurunan performa. Meskipun demikian, keempatnya harus mencari cara untuk mendongkrak penampilannya agar tidak semakin terpuruk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorBrahm