Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Amnesty International Kecam Sanksi Ringan FIFA ke Israel
Potret kantor FIFA di Indonesia. (IDN Times/Tino).
  • Amnesty International mengecam FIFA karena menjatuhkan sanksi ringan terhadap Israel yang dinilai tidak sesuai hukum internasional dan gagal menegakkan prinsip perdamaian lewat sepak bola.
  • Steve Cockburn menilai FIFA melewatkan kesempatan membela hak warga Palestina serta mengabaikan regulasi sendiri dengan tidak mengambil tindakan tegas terhadap klub di permukiman Israel.
  • FIFA hanya memberi denda 150 ribu Swiss Franc dan kewajiban kampanye anti-diskriminasi kepada Israel, setelah dua tahun menunda keputusan atas proposal pembekuan keanggotaan dari Palestina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amnesty International mengecam sanksi FIFA yang begitu ringan terhadap Israel. Mereka menilai hukuman yang dijatuhkan kepada Israel tidak berdasarkan hukum internasional.

Kepala Ekonomi dan Keadilan Sosial Amnesty International, Steve Cockburn, menyatakan jika FIFA telah gagal menjalankan tugasnya sebagai agen perdamaian lewat sepak bola. Cockburn juga menilai, FIFA tak bisa menggunakan kekuatan dan legitimasinya untuk menerapkan aturan sesuai dengan hukum internasional.

"Dengan menolak tindakan yang tegas terhadap klub berbasis di permukiman Israel, FIFA telah gagal menjalankan regulasinya dan menafikan hukum internasional," ujar Cockburn dalam pernyataannya, dilansir Anadolu.

1. Secara memalukan gagalmemanfaatkan kesempatan

Menurut Cockburn, FIFA punya kesempatan besar untuk bisa membela hak-hak warga Palestina yang direnggut Israel lewat agresi militer dan kekerasan. Sayangnya, mereka tak melakukan hal tersebut.

"Keputusan ini secara memalukan telah menyingkirkan hak dasar serta hukum internasional," kata Cockburn.

2. Butuh dua tahun tentukan hukuman, tapi malah posisinya lemah

Hukuman FIFA ke Israel, selain ringan, juga diambil dalam waktu yang lama. Butuh waktu nyaris dua tahun setelah proposal diajukan Palestina dalam Kongres FIFA ke-74 di Bangkok, Thailand, didengarkan oleh Presiden Gianni Infantino.

Respons Infantino saat itu juga tak berpihak pada Palestina. Bukannya menggunakan hak mengajak para pemegang hak suara untuk melakukan voting, Infantino malah membentuk tim legal independen yang akan menginvestigasi laporan Palestina.

3. Apa sih sanksi buat Israel?

Sayangnya, tuntutan Palestina agar Israel dibekukan keanggotaannya tak didengar FIFA. Justru, FIFA malah memberikan hukuman ringan sesuai pasal 13 dan 15 Kode Disiplin.

FIFA hanya menjatuhkan sanksi kepada Israel berupa denda sebesar 150 ribu Swiss Franc atau senilai Rp3,21 miliar atas pelanggaran Pasal 13 dan 15 Kode Disiplin FIFA. Sebenarnya ada sanksi lain, tapi bentuknya cuma gerakan sosial.

Bentuknya adalah, FIFA meminta agar Israel dalam tiga laga FIFA A membentangkan spanduk bernada anti-diskriminasi dengan bunyi Football Unites the World – No to Discrimination. Selain itu, mereka juga diwajibkan mengalokasikan uang sebesar 50 ribu Swiss Franc atau senilai Rp1,07 miliar, untuk menjalankan kampanye anti-diskriminasi.

Editorial Team