Sebelum 9 November 2025 dan 28 April 2026, Joao Neves telah mengoleksi dua gol sundulan bersama Paris Saint-Germain. Pertama, ia melakukannya saat membantu PSG menang comeback 4-2 atas Manchester City pada 22 Januari 2025. Neves mencetak gol pada menit 78 yang membuat skor menjadi 3-2. Ia menanduk tendangan bebas Vitinha di tiang jauh sambil menjatuhkan badannya. Kedua, Neves mengukirnya ketika PSG membantai Inter Miami 4-0 pada 29 Juni 2025. Neves membuka papan skor pada menit 6. Ia lagi-lagi berlari dari belakang untuk mengejar tendangan bebas Vitinha. Ia pun berhasil melakukannya di tiang jauh dengan bantuan dari Willian Pacho yang mengeblok Noah Allen.
Ada satu kesamaan yang terlihat dari empat gol sundulan pertama Neves untuk PSG. Pria yang lahir pada 27 September 2004 ini selalu dengan leluasa mencetaknya karena tidak mendapat penjagaan yang ketat. Itu mungkin terjadi akibat para pemain lawan yang tidak berfokus kepadanya mengingat tingginya hanya 1,74 meter. Meski begitu, skill Neves dalam menyundul bola tetap perlu mendapat pujian. Roger Schmidt, pelatih yang mengorbitkan Neves ke sepak bola senior di Benfica, pernah mendapat penjelasan langsung dari Neves terkait hal itu. Neves mengungkapkan, kemampuan istimewanya di udara dengan kondisi badan yang mungil adalah berkat kebiasaannya bermain bola pantai saat kecil.
Sebelum membela PSG pada 2024, Neves cuma pernah sekali mencetak gol sundulan dalam kariernya. Itu tercipta pada 29 Maret 2024 yang membuat Benfica menang 1-0 atas Chaves. Neves menyundul tendangan bebas Angel Di Maria dengan kondisi badan yang membelakangi gawang.
Kini, gol sundulan saat melawan Bayern Munch pada 28 April 2026 tampaknya bakal membuat tim yang berhadapan dengan PSG lebih mewaspadai Neves dalam situasi bola mati. Mereka tidak akan lagi memandangnya sebagai gelandang mungil yang tanpa bahaya dalam duel bola udara.