Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Arsenal Makin Tertekan, Manchester City Pangkas Jarak Jadi 2 Poin
Manajer Manchester City, Pep Guardiola (AFP / Darren Staples)
  • Manchester City menang 2-1 atas Newcastle United lewat dua gol Nico O'Reilly, memangkas jarak dengan Arsenal menjadi hanya dua poin di klasemen Premier League.
  • Pep Guardiola menegaskan timnya harus tetap waspada karena kompetisi masih panjang dan penuh kejutan, meski posisi mereka kini semakin menguntungkan.
  • Guardiola meminta skuadnya rileks dan fokus pada laga berikutnya melawan Leeds United, sambil menikmati tekanan perburuan gelar tanpa terlalu memikirkan hasil akhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perburuan gelar Premier League kian seru. Kini, Manchester City mulai menekan Arsenal dengan jarak yang begitu tipis usai menang atas Newcastle United di Etihad Stadium, Minggu dini hari WIB (22/2/2026).

Dalam duel itu, ManCity menang dengan skor tipis, 2-1. Pemain muda ManCity, Nico O'Reilly, tampil prima dengan mencetak brace dalam kemenangan ini.

Atas hasil tersebut, ManCity memberikan tekanan yang begitu berat kepada Arsenal dalam perburuan gelar. Mereka hanya terpaut dua poin dari The Gunners yang baru berduel melawan Tottenham Hotspur pada Minggu malam WIB (22/2/2026).

1. ManCity ada di posisi yang bagus

Berada dalam posisi yang bagus dalam perburuan gelar, ManCity enggan besar kepala. Manajer ManCity, Pep Guardiola, menegaskan anak-anak asuhnya harus waspada di setiap laga. Sebab, Premier League begitu kejam dan bisa menghadirkan kejutan.

"Hari ini, kelihatannya begitu, tapi selanjutnya tak bisa ditebak. Saya gak tahu. Kami sekarang sudah memperlebar jarak dengan tambahan dua poin atas Aston Villa dan Chelsea untuk zona Liga Champions. Kemudian, kami juga pangkas jarak jadi dua poin dengan pemuncak klasemen. Sinyal yang bagus tentunya," kata Guardiola dilansir Metro.

2. Masih banyak kemungkinan yang terjadi

ManCity masih main di empat kompetisi sekaligus. Selain Premier League, mereka juga masih bertahan di Piala FA, Liga Champions, serta main dalam final Piala Liga. Tempo ManCity juga akan diganggu oleh jeda internasional pada Maret 2026 nanti yang bisa saja menghadirkan virus FIFA.

"Banyak yang akan terjadi. Saya prediksi, kami gak bisa memenangkan semua laga. Tapi, saya gak tahu Arsenal bagaimana. Ini prediksi saya, karena masih ada Piala FA, Liga Champions, final Piala Liga, akan berbeda karena ada jeda internasional games. Banyak laga, cedera bisa saja muncul dan sejumlah kemungkinan bisa terjadi," ujar eks pelatih Barcelona itu.

3. Kini cukup rileks dan santai

Kini, menurut Guardiola, ManCity hanya cukup rileks dan menikmati situasi yang ada. Dia tak mau terlalu fokus dalam misi mengejar dan kudeta Arsenal di puncak klasemen. Terkait hasil akhir, juara atau tidaknya, bagi Guardiola merupakan bonus.

"Sekarang, hal terbaik adalah rileks, fokus ke Leeds United, lalu lihat apa yang terjadi. Pada akhirnya, semua bergantung pada level kami, cara main, lebih baik dan membaik," kata Guardiola.

Editorial Team