Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Komentar Kontroversial Ratcliffe soal Imigran Bikin Geram Guardiola

ilustrasi logo Manchester City
ilustrasi logo Manchester City (unsplash.com/supergios)
Intinya sih...
  • Guardiola menolak pandangan Ratcliffe tentang imigran
  • Manusia tidak memiliki hak untuk merendahkan orang lain berdasarkan asal negara
  • Ajakan Guardiola untuk memeluk keberagaman dan menerima budaya lain dengan tulus
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, merasa gusar dengan pernyataan kontroversial dari pemegang saham Manchester United, Sir Jim Ratcliffe. Bagi Guardiola, tak sepatutnya Ratcliffe melayangkan pernyataan yang menyerang imigran di sebuah forum resmi.

Guardiola menegaskan, menyalahkan imigran atas masalah internal suatu negara adalah hal yang berbahaya. Sebab, imigran bisa saja punya peran besar atas ekonomi sebuah negara.

1. Imigran bukan penyebab masalah sosial

Dengan tegas, Guardiola menolak pernyataan Ratcliffe. Dia merasa pernyataan Ratcliffe terkait imigran terlalu tendensius dan berbahaya untuk kondisi sosial masyarakat. Meski sudah meminta maaf, menurut Guardiola, masalahnya belum tentu selesai. 

"Saya tidak ingin berkomentar tentang apa yang dikatakan Sir Jim Ratcliffe, karena setelah itu sudah menjelaskan apa yang sebenarnya ingin disampaikan. Namun, di seluruh dunia, masalah yang kita hadapi ada di semua negara. Kita memperlakukan imigran atau orang-orang yang datang dari negara lain seolah-olah mereka adalah penyebab masalah yang ada di satu negara. Itu adalah masalah yang sangat, sangat besar," kata Guardiola dilansir Metro.

2. Tidak ada hak untuk merendahkan orang lain

Secara hak dan kodrat, Guardiola mengingatkan jika manusia lahir setara dan tak bisa memilih tempatnya lahir. Maka dari itu, tidak ada alasan untuk manusia saling merendahkan. Guardiola menegaskan, perbedaan negara asal tidak memberi hak moral seseorang untuk merasa lebih baik dari yang lain. Pendidikan serta pengalaman lintas negara, bagi Guardiola, justru memperkaya kepribadian seseorang.

"Itu tidak membuat saya merasa karena orang Catalan, lebih baik dari Anda. Pendidikan saya, sejak lahir dan bepergian ke Meksiko dan Qatar, atau tinggal di Italia, Inggris, atau Jerman, itu hanyalah bagian dari perkembangan kepribadian. Saya bertemu banyak orang yang luar biasa baik saat bepergian, dan memang itulah intinya. Tapi itu tidak membuat saya merasa lebih baik hanya karena lahir di satu tempat atau lainnya," ujar eks pelatih Barcelona itu.

3. Keberagaman itu asyik

Guardiola menekankan, sebagian besar imigran pergi karena masalah serius di negara asalnya. Mereka mencari keselamatan dan masa depan yang lebih baik untuk keluarganya. Maka dari itu, menurut Guardiola, menghargai setiap orang atas perbedaan menjadi indah. Bagi Guardiola, keterbukaan adalah kunci untuk membangun dunia yang lebih harmonis.

"Kebanyakan orang meninggalkan negaranya karena ada masalah, bukan karena ingin pergi. Semakin kita benar-benar menerima budaya lain dengan tulus, maka masyarakat akan menjadi lebih baik," kata Guardiola.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Sport

See More

Pernyataan Ratcliffe Bikin Panas Ruang Ganti Manchester United

14 Feb 2026, 07:00 WIBSport