Watford mengumumkan pada Rabu (21/1/2026) telah mengontrak Edoardo Bove selama 5,5 tahun. Namun, laporan dari Sky Sports Italia menyebut, Watford memiliki hak untuk mengakhiri kesepakatan setelah 6 bulan. Meski terasa merugikan Bove, klausul ini terhitung masuk akal karena kondisinya. Alih-alih kontrak, keputusan Bove memilih Watford jauh lebih menarik. Sebab, mereka hanya bertarung di kasta kedua. Padahal, sebelum henti jantung, Bove merupakan pemain andalan di AS Roma, lalu Fiorentina. Makin mengherankan, Bove dikabarkan menerima proposal dari empat klub English Premier League: Liverpool, Everton, Brentford, dan AFC Bournemouth. Ini berdasarkan laporan dari The Watford Obsever.
Setidaknya, ada tiga alasan mengapa Bove memilih Watford. Pertama dari sisi ekspektasi. Bermain di level bawah tentu akan lebih memudahkannya untuk beradaptasi. Kedua, Watford cukup erat dengan kultur Italia. Mereka dimiliki Gino Pozzo, pebisnis dari negara tersebut yang juga menguasai Udinese. Ada pula Valon Behrami, mantan pemain Serie A yang kini berstatus asisten direkrtur olahraga Watford dan menjadi orang yang memperkenalkan Bove sebagai penggawa anyar mereka. Laporan yang sama dari The Watford Obsever mengindikasikan, Watford tampaknya memang klub yang paling serius dengan Bove. Mereka disebut sudah mengontaknya sejak November 2025 dan mengenalkannya kepada calon rekan setim, staf pelatih, hingga jajaran manajemen. Alasan terakhir, Bove bisa dekat dengan sahabatnya sejak di akademi AS Roma yang kini membela Arsenal, Riccardo Calafiori. Itu bahkan secara harfiah. Sebab, tempat latihan Arsenal dan Watford bersebelahan.
Karier sepak bola Bove sempat vakum akibat henti jantung. Setelah menjalani pemulihan dan harus menggunakan alat bantu, ia bisa melanjutkannya meski tidak di negara asalnya. Bove memilih Watford sebagai tempat pertamanya memulai lembaran baru. Dengan usia yang masih 23 tahun, pemain yang akan memakai nomor punggung 15 ini jelas memiliki banyak waktu untuk memenuhi potensi besarnya.