Mencari pengganti Casemiro bukan berarti menemukan replika 1 banding 1. Manchester United justru dihadapkan pada kesempatan untuk mendefinisikan ulang profil lini tengah mereka. Kriteria ideal yang muncul dari berbagai laporan adalah gelandang yang lebih muda, memiliki intensitas tinggi, progresi bola yang lebih baik, serta tetap mampu menutup ruang yang luas.
Carlos Baleba menjadi salah satu kandidat paling menonjol dalam konteks ini. Gelandang Brighton & Hove Albion ini dikenal dengan atletisitas, agresivitas, dan kemampuan ball-carrying yang kuat, sehingga cocok untuk gaya transisi vertikal dengan intensitas tinggi. Namun, profil Baleba juga merepresentasikan perubahan pendekatan, dari stabilisator defensif menuju gelandang dinamis yang mampu membawa bola keluar dari tekanan.
Adam Wharton menawarkan karakter berbeda. Ia lebih dekat dengan profil pengontrol tempo melalui distribusi progresif dan pemahaman ruang yang matang untuk usianya. Dalam skema yang cenderung mengandalkan dominasi bola, Wharton berpotensi menjadi pilar baru yang memungkinkan MU mengatur ritme pertandingan, bukan sekadar bereaksi terhadapnya.
Hayden Hackney muncul sebagai opsi menarik untuk menggantikan Casemiro, mengingat rekam jejaknya sebagai mantan anak asuh Michael Carrick di Middlesbrough. Hampir serupa dengan Wharton, ia unggul dalam progresi bola dengan jangkauan mobilitas yang luas. Kendati terjangkau secara harga, tetapi statusnya sebagai pemain Divisi Championship membuatnya diragukan untuk siap tampil di level Premier League.
Opsi lain, seperti Elliot Anderson, Amadou Onana, dan Angelo Stiller menghadirkan variasi pendekatan yang lebih luas. Anderson menawarkan fleksibilitas dan intensitas pressing, Onana memberikan kekuatan duel dan perlindungan fisik, sementara Stiller membawa kualitas deep-lying playmaker dengan disiplin posisi yang baik. Ragam profil ini menegaskan jika MU bakal menghadapi dilema besar untuk mencari pengganti Casemiro.
Pertanyaan kunci kemudian mengerucut pada arah filosofi. Apakah MU ingin mengganti fungsi Casemiro secara langsung, atau justru menggunakan momen ini untuk mengubah struktur lini tengah secara total. Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan bukan hanya siapa yang akan datang, tetapi bagaimana Setan Merah bermain dalam beberapa musim ke depan.
Kepergian Casemiro menutup satu fase stabilisasi yang mahal tetapi fungsional bagi Manchester United. Tantangan berikutnya bukan menemukan sosok yang sama, melainkan membangun struktur yang lebih berkelanjutan dan relevan dengan tuntutan sepak bola modern.