Jakarta, IDN Times - Chelsea dijatuhkan sanksi oleh Premier League berupa skorsing transfer dalam satu periode. Selain itu, mereka juga dijatuhi denda sebesar 10,75 juta poundsterling atau setara Rp242,6 miliar.
Sanksi Chelsea masih ada lagi. Mereka juga dijatuhkan hukuman skorsing transfer di level akademi selama sembilan bulan.
Sederet hukuman ini diberikan Premier League karena Chelsea terbukti melakukan pelanggaran atas pembayaran ke pihak ketiga atas transfer pemain, lalu adanya agen tak terdaftar. Pelanggaran tersebut dilakukan di era Roman Abramovich, yakni pada 2011 dan 2018.
Dalam proses pemeriksaan, The Blues bisa menghindari sanksi tambahan karena pembayaran transfer itu dicatat secara resmi lewat laporan keuangan. Maka dari itu, Chelsea tak dijerat sanksi pelanggaran regulasi profitability and sustainability (PSR).
Meski begitu, Chelsea juga harus menghadapi 74 dakwaan dari Federasi Sepak bola Inggris (FA) atas pelanggaran kepemilikan yang tak sesuai dengan prosedur.
Kasus ini ditanggapi secara kooperatif oleh Chelsea. Secara sukarela, manajemen Chelsea memberikan berbagai data kepada Premier League dan FA atas dakwaan-dakwaan yang disematkan kepadanya.
"Klub secara proaktif berbagi ribuan dokumen. Juga, adanya permintaan informasi yang diminta oleh Premier League, klub meresponsnya secara komprehensif dan mendukung di berbagai lini fasilitas demi mendukung prosesnya," begitu pernyataan resmi Chelsea.
Sanksi denda yang diterima Chelsea merupakan rekor baru di Premier League. Sebelumnya, West Ham yang mendapatkan hukuman denda terbesar ketika merekrut Carlos Tevez dan Javier Mascherano lewat mekanisme tak resmi pada 2007 silam. Saat itu, mereka didenda 5,5 juta poundsterling.
