Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Laga Chelsea Kebobolan 4 Gol atau Lebih di UCL per 15 Maret 2026

3 Laga Chelsea Kebobolan 4 Gol atau Lebih di UCL per 15 Maret 2026
ilustrasi Chelsea (pexels.com/gina bichsel)
Intinya Sih
  • Chelsea kalah 2-5 dari PSG pada leg pertama 16 besar UCL 2025/2026, membuat mereka wajib menang selisih empat gol di leg kedua untuk lolos ke perempat final.
  • Sepanjang sejarah UCL, Chelsea baru tiga kali kebobolan empat gol atau lebih: melawan Barcelona (1999/2000), Bayern Munich (2019/2020), dan PSG (2025/2026).
  • Aksi Khvicha Kvaratskhelia jadi sorotan usai mencetak dua gol dan satu assist yang memastikan kemenangan besar PSG atas Chelsea di Parc des Princes.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Chelsea terancam gugur pada babak 16 besar UEFA Champions League (UCL) 2025/2026. The Blues kalah 2-5 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama yang digelar di Prancis. Demi melaju ke perempat final, Chelsea mesti menang dengan selisih empat gol pada pertemuan kedua nanti. Bukan target mustahil, tetapi tentu sangat sulit mengingat kualitas PSG.

Kekalahan telak Chelsea dari PSG juga jadi sorotan karena terbilang langka. Sepanjang sejarah UCL, Chelsea baru tujuh kali menelan kekalahan dengan selisih minimal tiga gol. Mereka juga hanya tiga kali kebobolan empat gol atau lebih dalam satu laga. Termasuk laga melawan PSG, inilah ketiga peristiwa tersebut.

1. Chelsea kalah 1-5 dari Barcelona pada leg kedua perempat final UCL 1999/2000

Debut Chelsea di Liga Champions terjadi pada 1999/2000. The Blues saat itu tampil cukup apik dan berhasil melaju hingga perempat final. Chelsea bertemu Barcelona pada fase tersebut dan sempat berpeluang besar lolos ke final. Pasalnya, mereka memenangi leg pertama di Stamford Bridge dengan skor 3-1.

Sayangnya, Chelsea gagal menuntaskan perjuangan mereka pada pertemuan kedua di Camp Nou. Barcelona balas mengalahkan mereka dengan skor 3-1 dalam 90 menit. Skor agregat 4-4 pun membuat laga harus berlanjut ke babak tambahan. Hasilnya, Barcelona yang diuntungkan dukungan publik tuan rumah berhasil mencetak dua gol tambahan.

Gol penalti Rivaldo pada menit 99 dan sundulan Patrick Kluivert pada menit 104 membawa Barcelona menang 5-1. Itulah kali pertama Chelsea kebobolan lima gol dalam satu laga Liga Champions. The Blues pun kalah agregat 4-6 dan tersingkir.

2. Chelsea dihajar 1-4 di markas Bayern Munich pada babak 16 besar UCL 2019/2020

Berselang 20 tahun, Chelsea kembali menelan kekalahan telak pada fase knockout UCL. Kali itu, The Blues bahkan mengalaminya pada laga kandang maupun tandang. Chelsea saat itu bertemu Bayern Munich pada babak 16 besar. Bayern lebih diunggulkan karena tampil sempurna pada fase grup, sedangkan Chelsea justru hampir tidak lolos.

Benar saja, Bayern terbukti lebih superior dari Chelsea. The Blues dihajar 0-3 pada leg pertama meski bermain di kandang sendiri. Saat ganti menjadi tamu pun Chelsea menjadi bulan-bulanan. Gol-gol Robert Lewandowski dan Ivan Perisic membawa Bayern unggul 2-0 saat laga baru berjalan 24 menit.

Chelsea sempat memperkecil ketertinggalan tepat sebelum turun minum. Namun, mereka kebobolan lagi melalui aksi Corentin Tolisso dan gol kedua Lewandowski. Chelsea pun kalah 1-4 dan tersingkir dengan agregat 1-7. Hingga kini, itu masih menjadi rekor kekalahan agregat terbesar Chelsea di kompetisi Eropa.

3. Chelsea dipermak PSG 2-5 karena aksi gemilang Khvicha Kvaratskhelia

PSG menjadi tim ketiga yang mencetak empat gol atau lebih dalam satu laga UCL melawan Chelsea. Padahal, Les Parisiens tak jadi unggulan pada babak 16 besar UCL 2025/2026. Mereka hanya finis di peringkat sebelas klasemen fase liga hingga harus lebih dulu melewati playoff knockout. Sementara, Chelsea lolos langsung karena finis di delapan besar.

Chelsea pun mendapat keuntungan berupa jatah bermain di kandang pada leg kedua. Namun, langkah mereka pada duel kedua nanti tetap akan berat karena kekalahan telak dari PSG. Chelsea sebenarnya sempat memberi perlawanan bagi tuan rumah. Dua kali tertinggal, dua kali pula The Blues membalas hingga berpeluang membawa pulang hasil imbang 2-2.

Sayangnya, Chelsea gagal mengentikan kegemilangan Khvicha Kvaratskhelia. Winger PSG asal Georgia itu memporak-porandakan pertahanan tim tamu usai masuk sebagai pengganti. Ia membuat assist bagi gol Vitinha, lalu mencetak dua gol yang memastikan PSG menang 5-2. Chelsea pun bakal gugur jika tak mampu menang lebih telak pada laga kedua nanti.

Chelsea baru tiga kali kebobolan empat gol atau lebih dalam satu laga UCL. Dalam dua kesempatan sebelum 2025/2026, The Blues akhirnya tersingkir dari Liga Champions. Chelsea butuh keajaiban untuk membalikkan keadaan dan menghindari nasib serupa pada leg kedua babak 16 besar UCL musim ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More