Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi logo Manchester United
ilustrasi logo Manchester United (unsplash.com/larry_rw)

Intinya sih...

  • Michael Carrick menjadi manajer interim MU hingga akhir musim 2025/26.

  • Debutnya sukses dengan kemenangan 2-0 atas Manchester City, membawa mentalitas pemenang.

  • Carrick kembali ke Old Trafford setelah bermain selama satu dekade dan membawa pengalaman juara ke peran barunya sebagai pelatih.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Manchester United memasuki era baru setelah menunjuk Michael Carrick sebagai manajer interim hingga akhir musim 2025/26. Pergantian ini langsung memberi dampak positif terhadap performa Setan Merah di lapangan.

Carrick menjalani debutnya dengan hasil meyakinkan. Ia membawa MU menundukkan Manchester City 2-0 dalam laga pekan ke-22 Premier League 2025/26. Sabtu (17/1/2026).

Kemenangan itu memberi suntikan kepercayaan diri besar bagi skuad MU.

1. Carrick membawa perubahan penting sejak tangani MU

Penyerang MU, Matheus Cunha, menilai Carrick membawa perubahan penting sejak mengambil alih tim. Menurutnya, sang pelatih interim menghadirkan kembali mentalitas juara di ruang ganti.

“Dia punya catatan sejarah di klub ini dan membawa mentalitas pemenang. Dia tahu cara untuk menang,” ujar Cunha, dikutip dari Mirror.

Cunha juga menekankan, kehadiran Carrick membuat para pemain lebih memahami arti bermain untuk MU. 

2. Ingatkan arti penting berseragam Manchester United

Sejak kembali ke Old Trafford di hari pertama, Carrick langsung menuntut pemain menunjukkan standar tinggi dan ambisi menang.

“Dia mengingatkan kami apa artinya mengenakan seragam Manchester United dan tuntutan untuk selalu menang di setiap pertandingan,” kata eks pemain Wolverhampton Wanderers itu.

Carrick sebetulnya bukan figur asing bagi klub. Ia membela MU selama lebih dari satu dekade, tepatnya pada periode 2006 hingga 2018. Ia dikenal sebagai gelandang dengan kecerdasan taktis tinggi.

3. Ujian konsistensi MU di bawah arahan Carrick

Selama kariernya di Old Trafford, Carrick mencatatkan 464 penampilan di semua kompetisi. Perannya di lini tengah sangat krusial dalam menjaga keseimbangan permainan dan stabilitas tim.

Prestasi Carrick bersama MU juga mengesankan. Ia mempersembahkan 18 gelar juara, termasuk lima trofi Premier League dan satu gelar Liga Champions.

Kini, pengalaman panjang itu dibawanya ke peran baru sebagai pelatih. Pendekatan Carrick yang tenang, namun berorientasi hasil dinilai mulai membentuk karakter permainan yang lebih disiplin.

Ujian berikutnya menanti Manchester United. Mereka akan bertandang ke markas Arsenal pada Minggu (25/1), laga yang berpotensi menjadi tolok ukur konsistensi tim di bawah Michael Carrick.

Editorial Team