Iran membawa satu striker tanpa caps ke Piala Dunia 2026. Padahal, usianya sudah 29 tahun. Hal ini terjadi karena sang pemain baru saja melakukan naturalisasi sebulan sebelum ajang yang bergulir di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini kick off. Dia adalah Dennis Eckert Ayensa yang lahir di Jerman.
Dennis Eckert, Striker Iran di Piala Dunia 2026 Kelahiran Jerman

1. Proses naturalisasi Dennis Eckert baru dimulai pada akhir 2025
Timnas Iran memanggil Dennis Eckert untuk pertama kali pada jeda internasional Maret 2026. Mereka menggelar dua laga uji coba yang tuntas dengan kekalahan 1-2 dari Nigeria (27/3/2026) dan kemenangan 5-0 atas Kosta Rika (31/3/2026). Namun, Eckert sama sekali tidak terlibat. Sebab, proses naturalisasi yang dimulai pada akhir 2025 belum selesai.
Sebulan kemudian, penyerang setinggi 1,82 meter tersebut akhirnya resmi memegang paspor Iran. Eckert lantas duduk di bangku cadangan ketika mereka mengalahkan Gambia 3-1 pada 29 Mei 2026. Tiga hari berselang, pelatih Iran, Amir Ghalenoei, mengumumkan skuad finalnya untuk Piala Dunia 2026. Meski tanpa caps, Eckert berada di dalam daftar.
2. Dennis Eckert memiliki darah keturunan Iran dari sang kakek
Dennis Eckert lahir di Jerman pada 9 Januari 1997. Ia memiliki darah keturunan Iran dari sang kakek. Dalam sebuah wawancara bersama Gol Bezan pada 16 Desember 2024, Eckert mengungkapkan, kakeknya pergi ke Jerman saat berusia 18 tahun untuk berkuliah. Kakeknya kemudian berkeluarga dan memiliki anak yang merupakan ayah Eckert.
Kakek Eckert lantas kembali ke Iran, tetapi sang ayah menetap di Jerman. Eckert mengakui, ia tidak terlalu sering mengunjungi Iran karena kesibukannya sebagai pesepak bola. Menariknya, salah satu bibi Eckert di Iran adalah Anahita Dargahi yang merupakan artis lokal. Setelah resmi melakukan naturalisasi, Eckert juga secara resmi menggunakan Dargahi sebagai nama belakang.
3. Dennis Eckert malang melintang di Eropa
Dennis Eckert lahir di Jerman di kota bernama Bonn. Namun, ia tercatat memulai karier sepak bolanya di akademi Pulheimer yang terletak sekitar 43 kilometer dari tempat asalnya. Eckert lantas pindah ke FC Koeln pada 2007. Setelah 4 tahun, ia kemudian bergabung dengan Alemannia Aachen. Dua tahun berselang, Eckert berhasil mencuri perhatian salah satu klub besar, Borussia Moenchengladbach. Ia mampu menunjukkan kualitasnya di Moenchengladbach. Menurut Transfermarkt, Eckert mencetak 47 gol dan 19 assist dari total 85 penampilan selama 3 musim bersama tim junior mereka. Performa impresif Eckert pada periode ini bahkan sampai membuatnya menembus Timnas Jerman U-19. Ia tampil sepanjang babak pertama dalam laga uji coba melawan Serbia pada 15 November 2015 yang berakhir dengan kemenangan 1-0. Sayangnya, Eckert justru dilepas gratis Moenchengladbach pada musim panas 2017.
Namun, ia begitu menyambut tantangan selanjutnya karena bergabung dengan tim yang berbasis di kota kelahiran sang ibu, Celta Vigo. Eckert mencetak 8 gol dan 6 assist dari 40 penampilan di semua kompetisi bersama tim akademi mereka pada 2017/2018. Berkatnya, ia mendapat sepuluh kesempatan memperkuat skuad utama pada musim berikutnya. Sembilan di antaranya terjadi di LaLiga Spanyol. Nahas, Eckert lagi-lagi menerima kenyataan pahit. Celta meminjamkannya kepada Excelsior pada paruh kedua 2018/2019 dan memutuskan tidak memperpanjang kontraknya ketika kembali. Eckert lantas memilih pulang ke Jerman dengan menerima pinangan klub kasta ketiga, FC Ingolstadt. Setelah 3 tahun, Eckert berkarier di luar negeri lagi bersama Union Saint-Gilloise. Pada musim panas 2024, ia pindah ke sesama klub Belgia, Standard Liege. Standard kemudian merekrutnya secara permanen pada tahun berikutnya.
Eckert hanya mencetak 7 gol dari 37 penampilan bersama Standard pada 2025/2026. Dilansir IranWire, torehan minim tersebut yang membuat sebagian publik Iran mempertanyakan kelayakannya memperkuat Team Melli di Piala Dunia 2026. Namun, dengan pengalaman panjangnya di atas, wajar jika Amir Ghalenoei bersikukuh membawa Eckert. Terlebih, ia tidak bisa mengandalkan Sardar Azmoun yang dilaporkan terkendala masalah politik.
Kini, Eckert berpotensi mengukir debutnya di level internasional di ajang terbesar. Di Piala Dunia 2026, Iran tergabung di grup G bersama Mesir, Selandia Baru, dan negara tempat Eckert kini berkarier, Belgia. Lantas, mampukah Eckert memberikan pembuktian?