Insiden tersebut menjadi puncak rasa frustrasi Slot terhadap kepemimpinan wasit sepanjang musim ini. Dia merasa setiap kali ada situasi 50-50 atau intervensi VAR, keputusan akhir selalu merugikan Liverpool, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Slot juga membandingkan momen ketika penalti Liverpool dianulir saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di perempat final Liga Champions, dengan insiden serupa yang justru tetap disahkan saat Les Parisiens bersua Bayern Munich pada semifinal leg 1. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan inkonsistensi dalam pengambilan keputusan.
"Saya rasa bukan hal yang mengejutkan musim ini, jika ada intervensi VAR atau keputusan 50-50, maka hasilnya selalu merugikan kami. Itu terjadi sepanjang musim. Saya ingat saat melawan Paris Saint-Germain di kandang, kami mendapat penalti karena sentuhan ringan pada Mac Allister, tapi VAR membatalkannya. Lalu seminggu kemudian saya melihat PSG melawan Bayern Munich dengan kejadian serupa, tetapi penalti tetap diberikan. Saya juga melihat pekan lalu kiper tergeletak cedera, tetapi wasit tidak menghentikan pertandingan. Hari ini, pemain MU di luar lapangan, wasit justru menghentikan laga saat kami mencoba melanjutkan. Ini terus terjadi sepanjang musim," kata Slot.