Polemik Gol Sesko yang Bantu MU Bekuk Liverpool, Sah atau Gak?

- Manchester United menang 3-2 atas Liverpool di Old Trafford setelah laga penuh drama dan kebangkitan cepat dari kedua tim.
- Gol Benjamin Sesko memicu kontroversi karena dugaan handball, namun wasit dan VAR tetap mengesahkan gol tersebut.
- Mantan kepala PGMOL Keith Hackett menilai keputusan itu keliru, sementara Premier League menyoroti keterbatasan teknologi VAR dalam memastikan insiden secara akurat.
Jakarta, IDN Times - Kemenangan dramatis Manchester United atas Liverpool dengan skor 3-2 di Old Trafford pada pekan ke-35 Premier League 2025/26 diselimuti kontroversi. Gol MU yang dicetak Benjamin Sesko pada menit 14 menjadi perdebatan karena prosesnya dianggap tak sah.
Sesko mencetak gol lewat situasi kemelut di depan gawang Liverpool. Dia bak mendapat durian runtuh, karena bola mengarah kepadanya usai diblok oleh kiper Liverpool, Freddie Woodman. Tapi, saat mengarahkan bola, ada indikasi Sesko menggunakan lengannya. Apakah benar demikian?
1. Mantan Kepala PGMOL buka suara
Insiden yang terjadi di laga tersebut memang ramai dibicarakan karena prosesnya begitu cepat. Selain itu, keputusan di lapangan yang diambil wasit serta dikonfirmasi Video Assistant Referee menyatakan gol Sesko sah. Namun, mantan Kepala PGMOL, Keith Hackett, merasa gol Sesko seharusnya dianulir karena terindikasi handball.
"Peraturan menyatakan, Anda tak bisa cetak gol dengan tangan, meski itu dipertimbangkan sebagai ketidaksengajaan," ujar Hackett di akun X miliknya.
2. Premier League anggap tak ada bukti kuat
Sementara, Premier League memiliki pendapat lain. Menurut mereka, keputusan yang diambil wasit dan sudah dikonfirmasi VAR, menjadi mutlak. Terlebih, tak ada bukti nyata yang menyatakan Sesko melakukan handball.
"Keputusan wasit telah dicek dan dikonfirmasi VAR, ditambah tak ada bukti kuat jika Sesko menyentuh bola dengan tangannya sebelum cetak gol," begitu pernyataan Premier League, dilansir Give Me Sport.
3. Tersandung keterbatasan teknologi
Di sisi lain, pakar aturan sepak bola, Dale Johnson, mengungkap polemik ini bisa terjadi akibat keterbatasan teknologi VAR dalam upaya mengambil keputusan. Apa yang diungkapkan Johnson kemudian memantik perdebatan baru, tentang seberapa kuat dukungan teknologi dalam sepak bola modern.
"VAR tidak dapat menggunakan tayangan ultra-zoom seperti yang ditampilkan Sky dalam tayangan ulang beberapa menit setelah gol," ujar Johnson.

















