Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Djed Spence, Pesepak Bola Muslim Pertama yang Membela Timnas Inggris
Potret Djed Spence (paling kiri) mengucap syukur setelah Inggris berhasil lolos ke semifinal Piala Dunia 2026. (Photo by CHANDAN KHANNA / AFP)

  • Djed Spence dipinjamkan ke 3 klub sebelum tampil reguler di Tottenham

  • Spence mengalami masa sulit ketika dua pelatih meragukan kemampuannya

  • Spence apik dalam aspek bertahan dan ofensif, tetapi masih kurang dalam distribusi bola

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mungkin nama Djed Spence kerap luput dari perbincangan suksesnya Timnas Inggris melaju hingga semi final Piala Dunia 2026. Padahal, pemain bertahan Tottenham Hotspur ini menjelma menjadi salah satu kartu as pelatih Thomas Tuchel sepanjang turnamen.

Karir Spence sebelum menembus skuad Piala Dunia 2026 memang sempat diwarnai masa-masa sulit, termasuk beberapa kali dipinjamkan ke klub lain. Keberhasilannya bangkit di Tottenham Hotspur hingga menjadi pahlawan nasional di bawah Thomas Tuchel adalah narasi inspiratif mengenai ketangguhan mental sang atlet.

Di balik kegemilangannya mengawal lini pertahanan The Three Lions sepanjang Piala Dunia 2026, Djed Spence turut membawa misi sejarah yang jauh lebih besar di panggung termegah sepak bola ini. Apa itu?

1. Sebelum tampil reguler di Tottenham, Djed Spence dipinjamkan kepada 3 klub berbeda

Diop Tehuti Djed-Hotep Spence lahir di London, Inggris, pada 9 Agustus 2000 dari keluarga keturunan Jamaika. Ia memulai karier akademinya di Fulham hingga melakoni debut profesionalnya di Middlesbrough. Dirinya lalu mencuri perhatian saat dipinjamkan kepada Nottingham Forest hingga membantu klub promosi ke Premier League pada 2021/2022. Performa itu mengantarnya ke transfer senilai 14,7 juta euro (Rp282,9 miliar) menuju Tottenham Hotspur pada musim panas yang sama.

Namun, perjalanan di Tottenham tidak berjalan mulus sejak awal. Spence jarang dimainkan di bawah Pelatih Antonio Conte dan dipinjamkan kepada tiga klub berbeda, yakni Stade Rennais, Leeds United, dan Genoa. Masa-masa itu sempat membuatnya kehilangan rasa percaya diri, terlebih karena ia kesulitan menemukan klub yang benar-benar percaya pada potensinya.

Baru pada Desember 2024, Spence mendapat kesempatan reguler di Premier League. Sejak itu, ia menjadi bagian penting dalam lini pertahanan Tottenham, termasuk tampil dalam perjalanan klub meraih gelar juara Liga Europa 2024/2025 setelah 17 tahun penantian. Pergeseran peran di bawah asuhan Pelatih Thomas Frank kemudian memperkuat posisinya sebagai bek sayap andalan Spurs.

2. Djed Spence apik dalam aspek bertahan dan ofensif, tetapi masih kurang dalam distribusi bola

Secara posisi, Djed Spence dikenal sebagai bek kiri, tetapi juga memiliki fleksibilitas untuk bermain di bek kanan maupun sayap kanan. Kemampuan ini memberinya nilai tambah, terutama di level tim nasional yang membutuhkan variasi taktik. Spence tidak hanya kuat bertahan, tetapi juga aktif dalam transisi menyerang.

Data Opta Analyst menunjukkan, Spence menempati peringkat ke-11 dari 191 pemain Premier League 2024/2025 dalam tingkat keberhasilan tekel 1 lawan 1 di angka 71,2 persen. Catatan ini menempatkannya sejajar dengan bek spesialis bertahan, hanya kalah dari nama-nama seperti Aaron Wan-Bissaka dan Tyrick Mitchell. Ia juga tercatat hanya tujuh kali dilewati lawan dalam 25 penampilan liga, yang menunjukkan kekuatan defensif yang solid.

Dalam aspek ofensif, Spence tercatat melakukan rata-rata 3,6 dribel per 90 menit dengan 1,9 sukses, angka tertinggi di antara semua bek yang tampil minimal 1.000 menit. Selain itu, ia mencatat 4,9 long progressive carries per 90 menit, yang menempatkannya di peringkat kedua di Premier League. Catatan ini memperlihatkan betapa efektifnya Spence dalam membawa bola ke depan sekaligus menjadi ancaman langsung bagi bek sayap papan atas seperti Achraf Hakimi pada UEFA Super Cup 2025.

Meski begitu, kontribusinya dalam umpan progresif masih perlu ditingkatkan karena ia berada di peringkat menengah bawah untuk kategori tersebut. Hanya 6,8 persen dari operan suksesnya dalam situasi open play yang tercatat sebagai progresif, angka yang cukup rendah jika dibandingkan dengan full-back lain di Premier League. Kondisi ini menunjukkan, walaupun Spence unggul dalam membawa bola melalui dribel dan progresi individu, ia masih kurang konsisten dalam membangun serangan lewat distribusi operan.

3. Sejarah, Djed Spence pesepak bola muslim pertama di skuad Piala Dunia Timnas Inggris

Djed Spence menorehkan sejarah emas sebagai pesepak bola Muslim pria pertama yang memperkuat skuad senior Inggris di panggung Piala Dunia. Sejarah ini pertama kali dirintisnya ketika melakoni debut seniornya dalam kualifikasi Piala Dunia melawan Serbia pada September 2025. Ketika Inggris meraih kemenangan emosional atas Norwegia di perempat final, foto Spence saat melakukan sujud syukur di lapangan hijau langsung viral. Berbagai media internasional menyebut foto ikonik tersebut sebagai simbol keindahan keberagaman serta inklusivitas di tubuh skuad Inggris modern.

Sebagai seorang mualaf, Spence tidak pernah ragu menunjukkan bahwa Islam adalah pondasi hidupnya. Dalam wawancara bersama media Inggris, seperti dilansri Muslim Network TV, Spence menuturkan, "Pertama-tama, bagi saya Tuhan adalah Yang Maha Besar. Saya banyak berdoa dan selalu bersyukur kepada-Nya." Spence juga menambahkan pesan universal yang menyentuh, "Apa pun agamamu, percayalah pada Tuhan. Bagi saya, Dia tidak akan pernah mengecewakan hamba-Nya."

Torehan Djed Spence di ajang ini pun turut mendapat perhatian serta dukungan dari komunitas muslim di Inggris. Pendiri Nujum Sports, lembaga yang mendampingi atlet Muslim di Inggris, Ebadur Rahman, menyoroti bahwa pencapaian Spence di Piala Dunia 2026 merupakan momen perayaan besar bagi komunitas Muslim di Inggris. Baginya, Djed Spence adalah inspirasi nyata bagi anak-anak Muslim di seluruh dunia yang ingin mengejar mimpi di dunia olahraga.

4. Ambisi Djed Spence dan peluang Inggris bawa pulang trofi Piala Dunia

Langkah bersejarah Inggris kini akan diuji oleh raksasa Amerika Selatan, Argentina, dalam laga semifinal yang menegangkan di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Georgia, pada Kamis, (16/7/2026) pukul 02:00 WIB. Menghadapi tim bertabur bintang seperti Argentina akan menjadi ujian pertahanan terbesar bagi skuad asuhan Thomas Tuchel. Namun, setelah sukses menghentikan keganasan mesin gol Erling Haaland di babak sebelumnya, Inggris memasuki laga ini dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.

Dalam laga hidup-mati ini, Djed Spence diprediksi akan kembali memegang peran taktis krusial. Mengingat Spence selalu dimainkan dalam seluruh 6 laga Inggris sepanjang Piala Dunia 2026, baik sebagai starter maupun super-sub, Tuchel diperkirakan akan memanfaatkannya sebagai senjata rahasia di babak kedua. Fleksibilitas taktis Spence yang mampu bermain sama baiknya di posisi bek kanan maupun bek kiri akan menjadi kunci utama Inggris untuk meredam kecepatan pemain sayap Argentina. Jika ia mampu mempertahankan performa disiplin dan determinasi tinggi seperti laga kontra Norwegia, jalan menuju final bersejarah bagi Inggris kini berada di depan mata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article