Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AFP__20250206__36XA9R3__v1__HighRes__FblItaSerieaFiorentinaInter.jpg
Gelandang Fiorentina asal Italia, Edoardo Bove (#4), memberi gestur saat tiba sebelum pertandingan Liga Italia Serie A antara Fiorentina melawan Inter Milan di Stadion Artemio Franchi, Florence, 6 Februari 2025. (Foto: Alberto Pizzoli/AFP)

Intinya sih...

  • Edoardo Bove kembali merumput bersama Watford setelah 440 hari absen akibat henti jantung di lapangan.

  • Bove dipasangi implantable cardioverter defibrillator (ICD) setelah insiden mengerikan saat bermain untuk Fiorentina di Serie A.

  • Regulasi yang lebih fleksibel di Inggris memberi ruang bagi Bove untuk kembali bermain, dan ia debut bersama Watford menjadi momen emosional.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kisah mengharukan datang dari gelandang Italia, Edoardo Bove, yang akhirnya kembali merumput bersama Watford di ajang Championship 2025/26 akhir pekan lalu. Comeback ini bukan sekadar debut biasa, melainkan penutup dari penantian panjang selama 440 hari setelah ia mengalami henti jantung di lapangan.

Bove tak kuasa menahan emosi usai pertandingan. Air mata menjadi simbol kemenangan pribadi atas trauma dan ketidakpastian yang sempat membayangi kariernya.

1. Tragedi kolaps saat lawan Inter Milan

Momen kelam itu terjadi saat Bove menjalani masa peminjaman di Fiorentina. Ia tampil konsisten dan hampir selalu menjadi starter hingga insiden mengerikan terjadi dalam laga melawan Inter Milan musim lalu.

Di tengah pertandingan, Bove tiba-tiba ambruk. Tim medis bergerak cepat dan membawanya ke rumah sakit. Dokter mendiagnosisnya mengalami cardiac arrest atau henti jantung mendadak, situasi yang mengancam nyawa dan mengguncang dunia sepak bola Italia.

2. Harus hengkang dari Liga Italia karena aturan kesehatan

Pasca-insiden, Bove harus menjalani pemulihan intensif. Ia dipasangi implantable cardioverter defibrillator (ICD) untuk menjaga stabilitas irama jantungnya.

Namun, regulasi ketat di Italia melarang pemain dengan alat bantu jantung untuk tampil di Serie A. Aturan tersebut membuatnya tak bisa melanjutkan karier saat kembali ke AS Roma.

Situasi ini mengingatkan publik pada kasus Christian Eriksen yang juga harus meninggalkan Serie A karena alasan serupa.

Ketidakpastian sempat menyelimuti masa depannya.

3. Watford beri kesempatan Bove bangkit

Harapan datang dari Inggris. Regulasi yang lebih fleksibel memberi ruang bagi Bove untuk kembali bermain. Watford merekrutnya pada bursa transfer Januari 2026 dan memberinya kesempatan memulai babak baru.

Debutnya bersama The Hornets menjadi momen emosional. Setelah 440 hari absen, ia kembali mengenakan sepatu bola dan merasakan atmosfer pertandingan kompetitif.

"Rasanya sangat menyenangkan bisa kembali ke lapangan. Saya berterima kasih kepada staf dan rekan-rekan setim yang memberi saya kesempatan beradaptasi dengan jenis sepak bola yang baru," ujar Bove di laman resmi klub.

Editorial Team