Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
FIFA Gak Kasih Ruang ke Iran, Piala Dunia 2026 Berjalan Sesuai Rencana
Presiden FIFA Gianni Infantino. (instagram.com/fifaworldcup)
  • FIFA menegaskan Piala Dunia 2026 tetap berjalan sesuai rencana meski situasi geopolitik memanas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
  • Iran sempat meminta pemindahan lokasi pertandingan fase grup dari Amerika Serikat ke Meksiko, namun FIFA menolak dan menegaskan semua tim harus berkompetisi sesuai jadwal.
  • Federasi Sepak Bola Iran memastikan tetap ikut Piala Dunia 2026 dengan menggelar latihan di Turki serta menjadwalkan laga uji coba melawan Nigeria dan Kosta Rika.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - FIFA menegaskan Piala Dunia 2026 bakal berjalan sesuai rencana awal. Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam Council Meeting di Zurich, Kamis (19/3/2025), menyatakan jika Piala Dunia 2026 merupakan momen yang pas untuk menyatukan seluruh orang di dunia dengan misi perdamaian.

Isu geopolitik memang menjadi tajuk utama dalam Piala Dunia 2026. Sebab, tuan rumah Amerika Serikat di bawah arahan Presiden Donald Trump malah melakukan aksi brutal dengan menyerang Iran bersama sekutunya, Israel.

Dalam situasi itu, FIFA justru tidak tegas. Beda dengan Rusia yang diberi sanksi karena menyerang Ukraina, FIFA malah tak menjatuhkan sanksi kepada Amerika Serikat.

1. FIFA cari alasan lagi

Infantino berdalih, serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran bukan ranahnya. Menurut pria Swiss itu, pihaknya tak bisa menyelesaikan konflik geopolitik.

"FIFA gak bisa menyelesaikan konflik geopolitik, tapi berkomitmen menggunakan kekuatan sepak bola dan Piala Dunia untuk membangun jembatan serta promosi perdamaian atas simpati terhadap mereka yang dikorbankan karena perang," kata Infantino dalam rilis resmi FIFA.

2. Ngotot Piala Dunia 2026 sesuai rencana awal

Kredibilitas turnamen sempat menjadi pertanyaan ketika Iran berniat mundur dari Piala Dunia 2026 akibat invasi Amerika Serikat yang menewaskan pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei. Terlebih, Trump sempat menyatakan Iran gak layak main di Amerika Serikat atas alasan keamanan.

Atas dua fakta itu, Iran sempat meminta kepada FIFA untuk menggeser pertandingan yang akan dijalaninya selama fase grup dari Amerika Serikat ke Meksiko. Tapi, FIFA menolak permintaan itu.

"FIFA berharap semua tim yang berpartisipasi di Piala Dunia bisa berkompetisi dengan adil dan penuh rasa hormat. Kami punya jadwal, akan bertemu dengan 48 tim yang terkonfirmasi ikut. Kami mau Piala Dunia berjalan sesuai jadwal," ujar Infantino.

3. Iran cuma boikot Amerika Serikat, bukan Piala Dunia

Iran sebenarnya masih serius bermain di Piala Dunia 2026. Presiden Federasi Sepak bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, menyatakan pihaknya tetap serius dalam menyiapkan tim untuk Piala Dunia 2026. Mereka menggelar pemusatan latihan di Antalya, Turki, pada jeda internasional Maret 2026.

Tak cuma itu, Taj juga menuturkan jika Turki akan beruji coba dua kali melawan Nigeria (27 Maret 2026) dan Kosta Rika (31 Maret 2026).

"Kami akan boikot Amerika, tapi tidak dengan Piala Dunia," ujar Taj.

Editorial Team