Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bola Liga Champions Eropa
ilustrasi bola Liga Champions Eropa (unsplash.com/Janosch Diggelmann)

Intinya sih...

  • Noa Lang mencetak gol debut di Liga Champions saat Club Brugge menang 3-0 atas Zenit Saint Petersburg pada 2 Desember 2020.

  • Gol Noa Lang membuat PSV Eindhoven menahan Paris Saint-Germain pada 22 Oktober 2024, dengan hasil imbang 1-1.

  • Brace Noa Lang membantu Galatasaray menang comeback atas Juventus pada 17 Februari 2026 dengan skor akhir 5-2.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Noa Lang tercatat sudah bermain 41 kali di Liga Champions Eropa (UCL) per 18 Februari 2026. Hasilnya, winger yang lahir di Belanda pada 17 Juni 1999 ini mampu mencetak lima gol. Dua di antaranya tercipta pada laga yang sama alias brace.

1. Noa Lang menyumbang satu gol saat Club Brugge menang 3-0 atas Zenit Saint Petersburg pada 2 Desember 2020

Gol debut Noa Lang di Liga Champions tercipta pada 2 Desember 2020. Saat itu, ia membuat penampilannya yang kedelapan di kompetisi ini bersama Club Brugge. Mereka menghadapi Zenit Saint Petersburg di Jan Breydelstadion, Belgia.

Brugge menang dengan skor 3-0. Lang mencetak gol terakhir mereka pada menit 73. Ia mengontrol umpan tarik dari Emmanuel Dennis dan menyelesaikannya dengan tenang. Dua gol pertama Brugge dibuat Charles De Ketelaere (33’) dan Hans Vanaken (58’).

2. Gol Noa Lang membuat PSV Eindhoven menahan Paris Saint-Germain pada 22 Oktober 2024

Setelah 2 Desember 2020, Noa Lang baru kembali mencetak gol di Liga Champions pada 22 Oktober 2024. Ia mengukirnya ke gawang Paris Saint-Germain di Parc des Princes, Prancis, dengan seragam PSV Eindhoven. Lang membawa PSV pulang ke Belanda dengan hasil imbang 1-1. Golnya sempat membuat mereka memimpin.

Lang membungkam publik tuan rumah pada menit 34. Ia melakukan cutting inside setelah menerima bola dari Ismael Saibari dan mengakhirinya dengan tendangan keras mendatar ke tiang dekat sebelum memasuki kotak penalti. Eksekusi cepatnya membuat Gianluigi Donnarumma hanya terdiam. Sayangnya, PSV gagal menang akibat gol Achraf Hakimi pada menit 55.

3. Noa Lang membuat gol hiburan saat PSV Eindhoven dibantai Arsenal pada 4 Maret 2025

Gol ketiga Noa Lang di Liga Champions tidak memiliki memori yang indah. Sebab, golnya hanya menjadi hiburan. Lang membuatnya pada 4 Maret 2025 ketika PSV Eindhoven melakoni leg pertama babak 16 besar UCL 2024/2025 melawan Arsenal. Mereka dibantai di kandang, Philips Stadion, Belanda, dengan skor 1-7. Lang membobol gawang David Raya pada menit 43.

Lang mencetak golnya lewat tendangan penalti. PSV mendapat hadiah tersebut setelah Thomas Partey melanggar Luuk de Jong. Sebelum gol Lang, Arsenal sudah unggul 3-0 lewat aksi Jurrien Timber (18’), Ethan Nwaneri (21’), dan Mikel Merino (31’). Setelahnya, mereka menambah gol melalui Martin Odegaard (47’, 73’), Leandro Trossard (48’), dan Riccardo Calafiori (85’).

4. Brace Noa Lang membantu Galatasaray menang comeback atas Juventus pada 17 Februari 2026

Noa Lang berhasil mencetak brace di Liga Champions untuk pertama kalinya pada 17 Februari 2026. Dua golnya tersebut begitu berharga karena membantu Galatasaray menang comeback atas Juventus dengan skor 5-2. Kedua tim bertemu di Ali Sami Yen Spor Kompleksi RAMS Park, Turki, untuk memainkan laga leg pertama play-off 16 besar UCL 2025/2026. Ini merupakan debut Lang bersama Galatasaray di UCL mengingat dirinya baru bergabung pada 23 Januari 2026 sebagai pinjaman dari Napoli.

Galatasaray sebetulnya unggul dulu lewat Gabriel Sara (15’). Namun, Juventus membalikkan keadaan melalui brace Teun Koopmeiners (16’, 32’). Lang membuat skor kembali imbang pada menit 49. Ia menyontek rebound di depan gawang. Galatasaray akhirnya kembali memimpin berkat Davinson Sanchez (60’). Lang menorehkan brace-nya pada menit 74. Ia menuntaskan umpan dari Victor Osimhen yang mencuri bola dari Llyod Kelly. Sacha Boey mencetak gol terakhir Galatasaray pada menit 86.

Liga Champions menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan seorang pemain karena statusnya sebagai kompetisi tertinggi antarklub di Eropa. Sayangnya, Lang terbilang belum mencapai level tersebut. Sebab, golnya di kompetisi ini masih terhitung minim.

Dengan 41 penampilan per 18 Februari 2026, pemain setinggi 1,73 meter itu rata-rata hanya membuat 1 gol per 8 laga. Oleh karenanya, Lang harus mulai lebih konsisten menunjukkan potensinya. Brace ke gawang Juventus merupakan bukti jika ia tidak kekurangan talenta.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team