4 Musim Tim Asuhan Antonio Conte Gagal ke Fase Gugur UCL per 2025/2026

- Juventus finis di peringkat ketiga fase grup UCL 2013/2014
- Inter Milan juga tergusur dari UCL ke Liga Europa bersama Antonio Conte pada 2019/2020
- Inter Milan kembali gagal ke fase knockout Liga Champions 2020/2021
Antonio Conte adalah pelatih yang sering meraih sukses di liga domestik. Per Januari 2026, pelatih asal Italia itu punya koleksi enam trofi liga domestik Eropa. Lima di antaranya adalah trofi Serie A Italia, yang diraih bersama tiga klub berbeda. Conte juga pernah berjaya di English Premier League saat membesut Chelsea pada 2016/2017.
Sayangnya, Conte sejauh ini belum pernah meraih trofi Eropa. Prestasi terbaiknya adalah menjadi finalis Liga Europa bersama Inter Milan pada 2019/2020. Di UEFA Champions League (UCL), capaian Conte malah lebih buruk lagi. Ia pernah 7 kali memimpin tim asuhannya di UCL, tetapi gagal meloloskan mereka ke fase gugur dalam 4 kesempatan berikut.
1. Juventus besutan Antonio Conte finis di peringkat ketiga fase grup UCL 2013/2014
Debut Antonio Conte di UCL sebagai pelatih terjadi pada 2012/2013. Saat itu, Conte berhasil membawa Juventus mencapai perempat final. Namun, prestasi Bianconeri malah menurun pada musim berikutnya. Mereka tersisih pada fase grup setelah hanya finis di peringkat ketiga klasemen.
Juventus pimpinan Conte saat itu tergabung di Grup B bersama Real Madrid, Galatasaray, dan FC Copenhagen. Hingga matchday 5, Si Nyonya Tua masih bertengger di peringkat kedua klasemen. Namun, mereka tumbang 0-1 di markas Galatasaray pada laga penutup. Galatasaray pun menggeser Juventus dan melaju ke fase knockout bersama Real Madrid.
Finis di peringkat ketiga membuat Juventus turun kasta ke Liga Europa 2013/2014. Hasilnya, mereka sempat tampil menjanjikan tetapi akhirnya gagal juara. Langkah Juventus terhenti di semifinal oleh Benfica. Conte tetap berhasil membawa Juventus memenangi Serie A musim tersebut. Namun, ia memilih mengundurkan diri pada akhir musim.
2. Inter Milan juga tergusur dari UCL ke Liga Europa bersama Antonio Conte pada 2019/2020
Tim asuhan Antonio Conte kembali tergusur dari Liga Champions ke Liga Europa pada 2019/2020. Conte saat itu sudah menangani klub Italia berbeda, yaitu Inter Milan. Mereka tergabung di Grup F yang sulit karena juga berisi Barcelona dan Borussia Dortmund. Inter Milan pun gagal bersaing dengan keduanya dan harus finis di peringkat ketiga.
Seperti pada 2013/2014, kegagalan anak asuh Conte di UCL 2019/2020 dipastikan pada matchday terakhir grup. Sebelum laga, mereka punya koleksi poin sama dengan Borussia Dortmund. Namun, Dortmund hanya melawan Slavia Praha, sedangkan Inter Milan harus menjamu Barcelona. Hasilnya, Dortmund meraih kemenangan sementara Nerazzurri keok.
Inter Milan lalu lanjut berkompetisi di Liga Europa musim tersebut. Lagi-lagi, Conte berhasil memimpin timnya melaju jauh, bahkan sampai final. Namun, ia urung meraih trofi karena Inter Milan dibekuk Sevilla. Hingga kini, itu masih menjadi satu-satunya final kompetisi Eropa yang dirasakan Conte sebagai pelatih.
3. Inter Milan kembali gagal ke fase knockout Liga Champions 2020/2021
Antonio Conte masih membesut Inter Milan pada 2020/2021. Ia kembali memimpin Nerazzurri di UCL, tetapi kali itu meraih hasil lebih buruk. Inter Milan tak sekadar gagal melewati fase grup. Mereka bahkan finis di dasar klasemen grup hingga langsung tersingkir dari kompetisi Eropa musim tersebut.
Inter Milan saat itu berada di Grup B bersama Real Madrid, Shakhtar Donetsk, dan Borussia Moenchengladbach. Hasilnya, Conte hanya bisa membawa mereka 1 kali menang, 3 kali seri, dan 2 kali kalah. Beruntung, musim itu tetap berujung kesuksesan bagi Inter Milan. Nerazzurri dibawa Conte meraih scudetto pertama mereka sejak 2010.
4. Napoli gagal berbuat banyak di fase liga UCL 2025/2026
Terbaru, Antonio Conte memimpin Napoli di Liga Champions 2025/2026. I Partenopei tampil dengan status juara Serie A Italia musim sebelumnya. Namun, mereka tak mampu berbuat banyak di kancah Eropa. Dengan hanya 2 kemenangan dan 2 hasil imbang dalam 8 laga fase liga, Napoli finis di peringkat 30 klasemen dan tersisih.
Kegagalan Napoli dipastikan pada matchday terakhir fase liga. Conte gagal di hadapan mantan klub besutannya, Chelsea. I Partenopei bermain di kandang sendiri dan sempat unggul 2-1 saat turun minum. Namun, mereka terkena comeback oleh Chelsea pada babak kedua hingga kalah 2-3 dan gagal melaju ke fase knockout.
Antonio Conte masih tak punya trofi Eropa sebagai pelatih hingga 2025/2026. Padahal, kualitasnya di liga domestik sudah berkali-kali terbukti. Kapan ia bisa menularkan kesuksesannya di kancah domestik ke Eropa?

















