Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
I.League Tegaskan Tak Ada Hadiah Buat Juara Super League
Jumpa pers Club Licensing 2025/26 di kantor I.League. (IDN Times/Sandy Firdaus)
  • I.League menegaskan tidak ada hadiah uang tunai bagi juara Super League musim ini, melanjutkan kebijakan yang sama seperti musim sebelumnya.
  • Setiap klub menerima dua jenis kontribusi, yaitu kontribusi tetap bulanan dan kontribusi variabel berdasarkan peringkat serta hak siar di akhir musim.
  • Sistem pembagian dana ini mirip dengan model Premier League, di mana performa klub menentukan besaran kontribusi yang diterima tanpa adanya hadiah juara khusus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menegaskan tak ada hadiah untuk juara Super League musim ini. Kebijakan ini sama dengan musim lalu, dan perlakuan juara di Super League tak seperti Championship.

"Kalau Championship atau Liga 2 memang, kan. Memang, kami umumkan total hadiahnya. Tapi, kalau Super League, kan sistemnya kami agak berbeda," ujar Asep kepada awak media di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

1. Hadiahnya sudah berupa biaya kontribusi

Jumpa pers Club Licensing 2025/26 di kantor I.League. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Asep menjabarkan, hadiah bagi tim-tim Super League, termasuk juara, sudah dituangkan dalam bentuk biaya kontribusi atau subsidi. Ada dua kontribusi yang akan didapat klub, yakni kontribusi tetap dan bervariabel.

"Bahwa setiap klub punya, eh apa, kontribusi setiap bulan yang kami berikan. Tetapi, itu adalah fix contribution. Berikutnya, ada yang namanya variable contribution," kata Asep.

2. Kontribusi bervariabel jadi pembeda bagi tiap klub

Jumpa pers Club Licensing 2025/26 di kantor I.League. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Asep menjelaskan, kontribusi bervariabel inilah yang jadi pembeda bagi setiap klub di Super League. Ada beberapa variabel yang masuk, seperti sporting merit (peringkat) hingga hak siar.

"Variable contribution itu terdiri dari beberapa aspek. Ada sporting merit, jadi peringkat satu sampai 15 itu angkanya beda. Lalu ada rating TV atau share (hak siar), nanti semua uang itu akan diberikan di akhir musim," ujar Asep.

3. Sama seperti sistem di Premier League

Jumpa pers Club Licensing 2025/26 di kantor I.League. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Asep mengungkapkan, Persib Bandung sebagai juara musim lalu sudah merasakan sistem ini. Mereka tak dapat hadiah juara, melainkan uang dari hasil performa mereka selama semusim via kontribusi fix dan kontribusi variabel.

"Jadi, memang untuk hadiah Super League tidak prize money eksak angka, tapi memang sama seperti yang terjadi di Premier League, liga-liga lain, seperti itu," kata Asep.

Editorial Team