Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Infantino Ngeles soal Praktik Calo hingga Harga Mahal Tiket Piala Dunia 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino berbicara dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver Convention Centre, 30 April 2026, di Vancouver, Kanada. (Foto: Don MacKinnon/AFP)
  • Gianni Infantino menegaskan harga tiket Piala Dunia 2026 yang selangit bukan dari FIFA, melainkan ulah calo yang menjual kembali tiket dengan harga jauh lebih tinggi.
  • Sistem penjualan first-come, first-served membuat harga tiket melonjak liar, bahkan tiket final Kategori 1 naik hampir 50 persen hingga mencapai sekitar Rp186 juta.
  • Kenaikan harga tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tapi juga di Meksiko dan Kanada, di mana tiket partai pembuka naik dua kali lipat untuk semua kategori.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden FIFA, Gianni Infantino, buka suara soal mahalnya harga tiket Piala Dunia 2026. Dia menjawab segala macam kritik yang menderanya akibat tiket Piala Dunia 2026 yang dipatok dengan harga tinggi hingga mencekik para konsumen.

Infantino menegaskan, harga tiket yang beredar di pasaran bukan resmi dari FIFA. Menurut Infantino, harga tiket mahal yang bisa mencapai jutaan dolar Amerika Serikat, berasal dari calo.

"Kalau ada seseorang menjual tiket final seharga dua juta dolar, itu bukan berarti harga tiketnya memang segitu. Dan, jika ada yang membeli dengan harga tersebut, saya akan menyambutnya dengan Hot Dog dan Coca Cola," kata Infantino, dilansir Daily Mirror.

1. Sistemnya yang bikin susah

Sebenarnya, harga selangit yang dipasang buat tiket Piala Dunia berasal dari sistem first-come, first-served. Dengan begitu, pergerakan harga tiket menjadi begitu liar. Ada kesan suporter harus mengandalkan keberuntungan demi mendapatkan harga yang wajar.

Menurut Infantino, FIFA hanya mengikuti standar pasar hiburan di Amerika Serikat yang memang memiliki harga tinggi untuk event olahraga besar.

"Kami berada dalam pasar ketika industri hiburan merupakan yang paling maju di dunia. Jadi, kami harus menerapkan tarif yang sesuai dengan pasar," ujar Infantino.

2. Harga tiket partai final naik sampai 50 persen

Lewat kondisi tersebut, harga tiket meningkat drastis. Sebagai sampel, tiket Kategori 1 untuk partai final naik nyaris 50 persen.

Awalnya, tiket tersebut seharga 6.370 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp108 juta. Tapi, ketika suporter mulai berebut, harganya meningkat hingga 10.990 dolar Amerika Serikat atau senilai Rp186,5 juta.

Bukan cuma tiket kelas atas saja yang mengalami kenaikan, tapi juga kategori di bawahnya. Tiket Kategori 3 partai final menjadi 5.785 dolar AS (Rp98,2 juta), naik dua kali lipat. Kemudian, tiket Kategori 2 menjadi 7.380 dolar AS (Rp125 juta).

Jika ditinjau lebih dalam, pergerakan kenaikan tiket sudah terjadi sejak perempat final. Harganya terus bergerak ke semifinal sampai final.

3. Tiket di Meksiko dan Kanada juga melonjak

Sebenarnya, bukan cuma laga di AS yang mengalami kenaikan harga tiket. Tapi, pertandingan pembuka di Meksiko dan Kanada juga dilanda fenomena serupa.

Harga tiket di Meksiko dan Kanada untuk partai pembuka naik dua kali lipat dengan termahal menjadi 2.985 dolar AS (Rp50,6 juta) untuk Kategori 1, 2.260 dolar AS (Rp38,3 juta) buat Kategori 2, dan Kategori 3 dibanderol 1.410 dolar AS (Rp23,9 juta).

Editorial Team