Demi Piala Dunia 2026, Neymar Siap Dicadangkan? Ini Kata Casemiro

- Neymar siap menerima peran cadangan di Timnas Brasil demi tampil di Piala Dunia 2026, meski kondisi fisiknya menurun akibat cedera sejak 2023.
- Casemiro menilai Carlo Ancelotti akan berperan penting menentukan posisi Neymar, dengan komunikasi terbuka soal kondisi dan peluang bermainnya di skuad Brasil.
- Brasil tengah berupaya bangkit menuju Piala Dunia 2026 dengan kombinasi pemain senior dan muda, sementara pengalaman Neymar tetap dianggap vital bagi tim.
Jakarta, IDN Times - Neymar dikabarkan siap menerima peran sebagai pemain cadangan di Timnas Brasil jelang Piala Dunia 2026. Keputusan ini menjadi sorotan, mengingat selama lebih dari satu dekade, ia selalu menjadi pusat permainan Brasil.
Langkah Neymar ini bukan tanpa alasan. Kondisi fisik yang kerap diganggu cedera sejak 2023 membuat peluangnya sebagai starter mulai dipertanyakan. Namun, ambisinya tampil di Piala Dunia 2026 tetap tak tergoyahkan, bahkan jika harus memulai dari bangku cadangan.
Dukungan pun datang dari Casemiro. Gelandang senior itu menegaskan Neymar siap menerima peran apa pun demi tetap membela Brasil di turnamen terbesar dunia tersebut.
1. Neymar siap jadi cadangan di Piala Dunia 2026
Menurut laporan Goal, Neymar disebut rela menerima status sebagai pemain pelapis demi menjaga peluang tampil di Piala Dunia 2026 bersama Brasil.
Secara statistik, Neymar masih menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Brasil. Ia telah mencatat lebih dari 120 caps dan menjadi top skor sepanjang masa timnas. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, cedera panjang membuat kontribusinya di lapangan menurun.
Casemiro menilai, dengan kondisi tersebut, Neymar mungkin tidak lagi ideal sebagai starter. Meski begitu, pengalaman dan kepemimpinannya tetap sangat dibutuhkan.
“Menurut saya, jika Anda berbicara dengannya tentang keinginannya untuk bermain di Piala Dunia, dan jika Ancelotti mengusulkan peran cadangan kepadanya, saya pikir dia akan ingin bergabung dengan tim nasional, karena dia ingin bermain di Piala Dunia.” ujar Casemiro.
Peran Neymar pun diprediksi akan bergeser. Dari pemain kunci di lapangan, menjadi figur penting di ruang ganti yang mampu menjaga mental dan kepercayaan diri tim.
2. Peran Carlo Ancelotti jadi kunci masa depan Neymar
Nama Carlo Ancelotti mencuat sebagai kandidat kuat pelatih Timnas Brasil. Kehadirannya dinilai bisa menjadi faktor penentu dalam mengelola peran Neymar menuju Piala Dunia 2026.
Casemiro, yang pernah dilatih Ancelotti di Real Madrid, menyebut pelatih asal Italia itu memiliki kemampuan luar biasa dalam menangani pemain bintang.
Menurutnya, komunikasi terbuka akan menjadi kunci. Ancelotti perlu menjelaskan secara jujur kondisi Neymar, termasuk soal keterbatasan fisik dan peluang menit bermain.
Jika diberikan peran terbatas namun tetap masuk skuad, Neymar diyakini akan menerima. Targetnya jelas: tetap menjadi bagian dari Timnas Brasil di Piala Dunia 2026.
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Ancelotti. Strategi dan komposisi tim akan sepenuhnya ditentukan demi kepentingan kolektif.
3. Misi Brasil bangkit di Piala Dunia 2026
Timnas Brasil tengah berada dalam fase transisi. Kombinasi pemain senior dan generasi muda menjadi fokus mengembalikan kejayaan di Piala Dunia 2026.
Sejak terakhir juara pada 2002, Brasil belum mampu kembali mengangkat trofi. Prestasi terbaik hanya semifinal pada 2014, yang berakhir dengan kekalahan telak 1-7 dari Jerman.
Dalam empat edisi terakhir yakni pada 2006, 2010, 2018, dan 2022, langkah Selecao selalu terhenti di perempat final. Catatan ini menjadi tekanan sekaligus motivasi besar.
Di tengah situasi tersebut, peran Neymar tetap relevan. Meski tak lagi menjadi starter utama, pengalaman di turnamen besar dan statusnya sebagai ikon sepak bola Brasil bisa menjadi faktor pembeda.
Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi edisi terakhir bagi Neymar bersama Timnas Brasil. Jika benar ia harus memulai dari bangku cadangan, maka ini akan menjadi perubahan terbesar dalam karier internasionalnya.
Namun satu hal yang jelas: Neymar masih ingin berada di sana. Dengan segala pengorbanan, termasuk kemungkinan kehilangan status sebagai pemain utama, Neymar menunjukkan satu pesan kuat—Piala Dunia 2026 lebih penting dari segalanya.

















