Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jatah Tiket Piala Dunia 2026 Milik Iran Dicabut
potret bendera Iran (unsplash.com/Akbar Nemati)
  • Federasi Sepak Bola Iran mengaku jatah tiket delapan persen untuk suporter mereka di Piala Dunia 2026 dicabut sepihak tanpa alasan jelas, membuat ribuan fans gagal menonton langsung.
  • Sebagian anggota skuad Iran tidak mendapat visa masuk AS, memaksa tim memindahkan kamp latihan ke Tijuana, Meksiko, dan kehilangan waktu adaptasi penting jelang laga Grup G.
  • Pemerintah AS membatasi pergerakan Iran dengan alasan keamanan nasional, menuding potensi penyalahgunaan visa oleh pihak Iran selama gelaran Piala Dunia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kick-off Piala Dunia 2026 tinggal satu hari lagi. Namun, pesta sepak bola dunia itu masih diwarnai kekacauan birokrasi dan drama geopolitik yang merugikan sejumlah pihak.

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengklaim jatah tiket pertandingan untuk suporter mereka telah dicabut sepihak tanpa alasan yang jelas. Wasit asal Somalia, Omar Artan, bahkan gak bisa masuk ke wilayah Amerika Serikat karena status negara asalnya yang masuk dalam daftar hitam imigrasi pemerintahan Donald Trump.

Rentetan insiden ini menambah daftar panjang kontroversi Piala Dunia 2026. AS dikecam karena mencampuradukkan urusan politik ke dalam ranah olahraga.

1. Jatah tiket delapan persen hangus, suporter Iran gigit jari

Sesuai regulasi FIFA, setiap federasi negara peserta sebenarnya berhak mendapatkan alokasi kuota tiket sebanyak delapan persen setiap timnya bertanding. Namun, FFIRI memastikan tidak bisa mendistribusikan tiket tersebut karena jatahnya telah dicabut.

Kabar ini tentu menjadi pukulan telak bagi ribuan pendukung Iran yang sudah telanjur merencanakan perjalanan jauh-jauh hari untuk mendukung tim kesayangannya.

"Tidak ada kemungkinan untuk menyediakan bahkan satu tiket pun kepada pendukung tim nasional melalui federasi. Ini terjadi meskipun banyak penggemar sepak bola Iran, yang mengandalkan proses resmi yang telah diumumkan, sudah membuat berbagai persiapan untuk menghadiri pertandingan," bunyi pernyataan FFIRI, dikutip dari ABC News.

2. Tiba di Meksiko dengan kondisi fisik dan mental terkuras

Iran yang akan melakoni seluruh laga Grup G di AS juga tidak mendapat visa secara utuh. Masih dari laporan yang serupa, dari 70 rombongan skuad Iran, 15 di antaranya tidak mendapat visa, termasuk Presiden FFIRI, Mehdi Taj.

Situasi itu memaksa skuad Iran memindahkan kampnya ke Tijuana, Meksiko. Mereka baru mendarat untuk memulai pusat pelatihannya pada Minggu (7/6/2026) dini hari waktu setempat.

Pelatih Amir Ghalenoei pun mengeluhkan kondisi tersebut. Itu karena Tim Mell kehilangan waktu berharga untuk beradaptasi dengan zona waktu dan idealnya tiba sepekan sebelumnya.

"Normalnya dalam turnamen seperti ini, pertimbangan kemanusiaan dan etika harus didahulukan daripada hal teknis. Namun, pertimbangan itu tidak diberikan kepada kami," sindir Ghalenoei.

3. Apa alasan AS sebegitu khawatirnya dengan Iran?

Efek konflik Timur Tengah, AS memang membatasi pergerakan Iran di negaranya selama Piala Dunia 2026. Presiden Donald Trump bahkan sempat menyatakan kalau Iran lebih baik tidak datang, demi alasan keamanan mereka sendiri.

"Visa yang diperlukan bagi Iran untuk berkompetisi di Piala Dunia, termasuk untuk atlet dan staf pendukung yang diperlukan, telah dikeluarkan. Kami tidak akan membiarkan tim Iran menyalahgunakan sistem ini untuk menyelundupkan teroris ke Amerika Serikat dengan kedok palsu," kata seorang pejabat Departeman Luar Negeri AS.

Editorial Team

Related Article