Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kasus COVID-19 Meledak di Liga 1, PT LIB:  90 OTG dan Tak ada Komorbid
Marc Klok dan Mohammed Rashid bermain bagus saat Persib mengalahkan Barito Putera. (persib.co.id).

Jakarta, IDN Times - Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno menyebut, badai COVID-19 menerjang klub-klub di Liga 1. Walau banyak pemain positif, dia memastikan mereka yang terpapar virus corona sudah ditangani dan melakukan isolasi di tempat lain.

Sudjarno pun memastikan pemain-pemain yang terinfeksi tersebut, mayoritas tak bergejala. Hanya ada sebagian saja yang merasakan batuk ringan atau sedikit demam. 

“Beberapa orang yang diisolasi ini kalo boleh saya katakan mayoritas tanpa gejala. Kalau pun ada itu mungkin gejala ringan, seperti batuk ringan, panas (sedikit) aja ada. Dari sisi medis pun tak ada yang parah, karena CT value tinggi dan tingkat kesembuhannya juga banyak yang sudah sembuh antara 3-5 hari,” kata Sudjarno.

1. Dokter Satgas sebut 90 persen pemain yang positif tanpa gejala

Duel antara Persija melawan Borneo FC yang berakhir untuk kemenangan tuan rumah 3-2 di Stadion SUGBK, Minggu (1/3). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj).

Pernyataan Sudjarno juga diperkuat dengan yang dikatakan Dokter Satgas COVID-19 Alfan Nur Asyhar. Menurut dia, pemain-pemain yang terjangkit COVID-19 sebanyak 90 persen tak mengalami gejala (OTG).

“Kasusnya memang ada peningkatan, tetapi ketika kami ambil PCR berdasarkan jadwal reguler yang diadakan setiap empat hari sekali diambil, ada yang positif hasilnya dan ada yang sudah sembuh,” ujar Alfan. 

“Sampai hari ini, ada 19 orang sembuh, dari yang masih positif mereka hampir 90 persen tak bergejala, sisanya gejala ringan seperti tenggorokan gatal, pilek sedikit tanpa meler. Kemudian tercatat yang demam tinggi itu enggak ada. Kriterianya suhunya 36,5-36,8 derajat celcius. itu masih di bawah batas aturan tak bisa masuk stadion, yakni 37,5 derajat celcius,” lanjut dia.

2. Tak ada Komorbid dan tak ada yang butuh penanganan khusus

Pertandingan PSIS Semarang melawan Persebaya Surabaya di pekan ke-22 putaran kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali, Rabu (3/2/2022). (dok. PSIS Semarang)

Dia pun menyebut, tak menemukan pemain-pemain yang terjangkit COVID-19 ini memiliki komorbid. Alhasil, mereka yang terjangkit hanya dilakukan perawatan ringan dengan memberikan asupan berupa vitamin dan obat pendukung lainnya. 

“Yang sampai membutuhkan infus suntikan tambahan tak ada. Mereka diobati dengan obat-obatan biasa saja dan suplemen vitamin, itu yang kami lakukan. Untuk yang lain-lain itu tidak ada,” ujar Alfan.

Namun, tetap saja PT LIB memastikan bakal memperketat sistem bubble yang diterapkan di Liga 1 kali ini. Mereka beserta satgas, plus mengajak beberapa elemen, untuk melakukan pengawasan kepada pemain-pemain di klub untuk tetap menerapkan prokes dan mengikuti aturan bubble.

3. Sudah dua laga di Liga 1 ditunda gara-gara COVID-19

Madura United berhasil meraup kemenangan perdana di Liga 1 2021/2022 usai mengalahkan PS Sleman di pekan keempat yang digelar Sabtu (25/9/2021). (ANTARA/Galih Pradipta/rwa).

Sebelumnya, sudah ada dua pertandingan Liga 1 yang ditunda. Selain duel antara PSM melawan Persib, sehari sebelumnya juga ada pertandingan antara Madura United melawan Persipura yang terpaksa dibatalkan. Hal itu tak lepas dari kondisi tim yang kekurangan pemain.

Meski kasus COVID-19 di internal kompetisi tengah meledak, PT LIB memastikan seri empat Liga 1 musim 2021/22 tetap berjalan. Mereka juga belum berpikir akan memindahkan venue pertandingan untuk seri lima nanti.

Mereka meminta klub-klub menunjukkan komitmennya untuk mencegah penyebaran COVID-19 di lingkungan terlebih dulu. Sehingga, kompetisi kali ini bisa tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Editorial Team