Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Kegagalan Menang Liverpool sepanjang Maret 2026
ilustrasi Liverpool (unsplash.com/Alexander David)
  • Liverpool mengalami empat kegagalan menang sepanjang Maret 2026, termasuk kekalahan dari Wolves, Galatasaray, dan Brighton serta hasil imbang melawan Tottenham.
  • Kekalahan dari Wolves membuat Liverpool turun ke posisi enam klasemen EPL, sementara kekalahan di markas Galatasaray memperpanjang rekor buruk mereka di Turki.
  • Hasil negatif beruntun ini menandai periode menurun lain bagi skuad Arne Slot pada musim 2025/2026 yang sudah memasuki fase krusial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Liverpool belum bisa keluar dari krisis pada 2025/2026. The Reds berkali-kali mengalami periode buruk sepanjang musim ini. Anak asuh Arne Slot memang beberapa kali pula menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Namun, jika sudah mulai menurun, Liverpool sering kali kesulitan keluar dari kubangan.

Itulah yang lagi-lagi dialami Liverpool jelang akhir musim ini. Sepanjang Maret 2026, The Reds tampil dalam enam pertandingan di semua ajang. Hasilnya, mereka gagal memenangi empat laga di antaranya. Inilah keempat kegagalan tersebut.

1. Liverpool kalah dari Wolverhampton Wanderers sang juru kunci klasemen EPL pada pekan 29

Liverpool mengawali Maret 2026 dengan laga melawan Wolverhampton Wanderers alias Wolves pada pekan 29 EPL. Meski menjadi tamu, Liverpool tentu lebih diunggulkan. Mereka baru meraih empat kemenangan beruntun di semua ajang. Sementara, Wolves adalah penghuni dasar klasemen yang hanya menang 2 kali dalam 28 laga pertama EPL musim ini.

Siapa sangka, Liverpool malah terkapar di hadapan sang juru kunci. The Reds tampil dominan dan membuat 20 tembakan tetapi hanya bisa mencetak satu gol. Sebaliknya, Wolves berhasil membuat dua gol dari empat tembakan mereka. Kalah 1-2 tak hanya membuat Liverpool dipermalukan. Mereka juga turun dari lima besar klasemen ke peringkat enam.

2. Liverpool kalah 0-1 di markas Galatasaray pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions

Berselang 3 hari setelah dibekuk Wolves, Liverpool sempat meraih kemenangan. Mereka balas mengalahkan Wolves pada babak 16 besar Piala FA 2025/2026. Namun, performa Liverpool jatuh lagi pada laga berikutnya. Mereka keok 0-1 di markas Galatasaray pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions Eropa.

Gol tunggal Mario Lemina pada menit 7 menjadi penentu hasil laga. Liverpool yang lebih banyak menguasai bola tak mampu mencetak gol balasan hingga akhir. Kekalahan di markas Galatasaray sendiri sebenarnya tak mengejutkan bagi Liverpool. Pasalnya, The Reds memang tak pernah menang dalam tiga kunjungan sebelumnya ke sana.

3. Liverpool ditahan imbang Tottenham Hotspur pada pekan 30 gara-gara lengah pada menit akhir

Liverpool berpeluang bangkit dari kekalahan di kandang Galatasaray saat lanjut berkompetisi di EPL. Mereka menjamu Tottenham Hotspur yang menghuni papan bawah klasemen pada pekan 30. Selain karena Tottenham sedang terpuruk, Liverpool pantas diunggulkan karena mereka memang punya rekor pertemuan amat superior atas The Lilywhites.

Tak mengherankan jika Liverpool unggul duluan atas Tottenham. Dominik Szoboszlai kembali terbukti sebagai ahli eksekusi tendangan bebas saat bikin gol pada menit 18. Namun, The Reds tak mampu mencetak gol kedua dan lengah jelang akhir laga. Akibatnya, Richarlison lagi-lagi muncul sebagai momok Liverpool dengan gol penyeimbang pada menit 90.

4. Liverpool menelan kekalahan kesepuluh di EPL 2025/2026 saat dibekuk Brighton & Hove Albion

Setelah ditahan Tottenham, Liverpool kembali menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Mereka lolos ke perempat final Liga Champions dengan meyakinkan usai menggilas Galatasaray 4-0 pada leg kedua babak 16 besar. Sewajarnya, hasil itu mengangkat moral pasukan The Reds. Namun, yang terjadi pada laga berikutnya tak menggambarkan hal itu.

Bertandang ke markas Brighton & Hove Albion pada pekan 31 EPL, Liverpool keok 1-2. Mereka kebobolan dua kali oleh Danny Welbeck dan hanya bisa membalas sekali via Milos Kerkez. Hasil itu menandai kekalahan kesepuluh Liverpool di EPL 2025/2026. Ini adalah kali pertama The Reds menelan dua digit kekalahan dalam semusim EPL sejak 2015/2016.

Liverpool sedang mengalami periode menurun yang kesekian kalinya pada 2025/2026. Padahal, musim ini sudah memasuki fase krusial karena akan segera berakhir. Jika tidak lekas bangkit, keterpurukan Liverpool bisa membuat mereka menutup musim tanpa prestasi berarti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team